JEPARA (SUARABARU.ID) – Momen pelepasan dan perpisahan siswa kelas IX MTs serta kelas XII MA Matholi’ul Huda Troso menjadi ajang penuh nostalgia bagi Camat Pecangaan, Yeni Yahya Hasan Ahmad Shofi. Di hadapan para siswa, guru, dan wali murid, ia mengenang masa-masa ketika menjadi pelajar di Matholi’ul Huda sekitar 25 tahun silam.
Dalam sambutannya, ia memperagakan kembali pidato bahasa Inggris yang pernah dipelajarinya saat masih duduk di bangku sekolah. Pidato tersebut menjadi kenangan yang masih diingatnya hingga sekarang karena pernah mengantarkannya meraih juara dalam sebuah perlombaan.

Ia menceritakan bahwa saat masih bersekolah, dirinya bercita-cita menjadi dokter. Namun perjalanan hidup membawanya ke jalan yang berbeda hingga akhirnya dipercaya menjadi Camat Pecangaan.
“Dulu saya tidak pernah membayangkan berdiri di sini sebagai seorang camat. Hidup memiliki jalannya sendiri, tetapi cita-cita

dan usaha tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Dalam sesi interaktif, ia mengajak sejumlah siswa berbincang mengenai cita-cita mereka. Berbagai jawaban muncul, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga pengusaha. Melalui dialog tersebut, ia mendorong para siswa untuk berani memiliki mimpi besar dan terus memperjuangkannya.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh asal sekolah atau latar belakang keluarga, melainkan oleh kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan terus berkembang.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk selalu menghormati guru dan orang tua yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
Menutup sambutannya, Camat Pecangaan berharap para lulusan MTs dan MA Matholi’ul Huda Troso mampu menjaga akhlak, terus belajar, dan berani menghadapi tantangan masa depan dengan penuh optimisme.
Fikri Haikal













