WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Ketua DPC PPP Wonosobo periode 2021-2026 dan dipilih kembali oleh Tim Formatur Muscab 2026, Khairullah Al Mujtaba atau Gus Itab membantah pernyataan Ketua DPW PPP Jawa Tengah Suyono yang menyatakan bahwa perolehan suara PPP Wonosobo pada Pemilu 2024 lalu anjlok.
“Tidak benar jika dikatakan perolehan PPP Wonosobo di Pemilu 2024 anjlok. Pasalnya, pada Pemilu 2019 PPP dapat 28.416 suara sedang di Pemilu 2024 naik menjadi 31.423. Di Pilkada 2024 paslon Gus Itab-Sidqi juga memperoleh 13.425 suara, lebih besar dari perolehan suara PPP di pemilu legislatif,” bebernya.
Perihal pengurangan kursi di DPRD Wonosobo turun dari 3 kursi menjadi 2 kursi, kata Gus Itab, itu karena 3 calon anggota legislatif incumbent gagal semua untuk mempertahankan kursi di Dapil-nya. Dua kursi yang didapat PPP justru berasal dari kader pendatang baru.
“Humam Hasani di Dapil Kejajar, Garung dan Mojotengah, Udik Ridawan di Dapil Kertek Kalikajar serta Muhammad Farid di Dapil Kalibawang, Kaliwiro dan Wadaslintang, justru kursinya tumbang. Yang jadi malah kader baru yakni Ma’arif dan Husnul Majazi,” tegasnya.
Maka, lanjut Gus Itab, tidak fair jika pencopotan dirinya dari posisi Ketua DPC PPP Wonosobo atas alasan jika perolehan suara dan kursi PPP di wilayahnya turun alias anjlok. Perolehan kursi PPP di DPRD Jawa Tengah juga turun dari 9 kursi jadi 6 kursi di Pemilu 2024.
“Saat itu, Suyono menjabat sebagai Sekretaris DPW PPP Jateng. Penurunan suara dan kursi PPP juga berlaku secara nasional. Itu kalau mau dievaluasi secara keseluruhan. Jika alasan pencopotan saya dari jabatan Ketua DPC PPP karena perolehan suara pemilu turun, itu sungguh sangat mengada-ada,” tandasnya.
Gus Itab mengaku tidak tahu alasan sebenarnya kenapa dirinya tidak diberi SK sebagai Ketua DPC PPP Wonosobo di periode keduanya. Dia sendiri justru heran, katanya ada evaluasi tapi Ketua DPW PPP Jateng Suyono, tidak pernah turun ke bawah untuk melakukan konsolidasi partai.
Harus Instropeksi
“Intinya bahwa DPP dan DPW PPP Jateng tidak suka pada saya menjadi Ketua DPC PPP Wonosobo tanpa alasan yang jelas. Padahal, saya sejak awal berjuang di PPP demi berkhikmad pada ulama. Saya selama ini telah berjuang sekuat tenaga, pikiran dan material demi untuk membesarkan PPP sebagai warisan para ulama,” paparnya.
Menurut Gus Itab, keterpilihannya sebagai Ketua DPC PPP Wonosobo di periode kedua, juga melalui proses yang legal sesuai AD/ART PPP. Dimulai dari usulan ditingkat PAC PPP, melalui proses Muscab dan dipilih oleh Tim Formatur hasil Muscab DPC PPP di PP Al Asy’ariyyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo.
“Muscab PPP Dapil VI juga diikuti 5 DPC PPP wilayah Kedu. Semua datang. Muscab bersama tersebut dihadiri langsung dan dibuka pula oleh Ketua DPW PPP Jateng, Suyono. Jadi kurang apa saya ini. Semua proses sudah dilalui. Kalo memang ada evaluasi ya juga harus dievaluasi semua dari tingkat DPP, DPW dan DPC PPP secara keseluruhan,” ujarnya.
Menyinggung soal menggembokan dan pensegelan Kantor DPC PPP Wonosobo, aku Gus Itab, tidak dilakukan oleh dirinya. Penutupan kantor partai dilakukan secara spontan oleh kader dan Satgas GPK, yang kecewa dengan sikap serta keputusan DPP PPP/DPW PPP Jawa Tengah tidak mengakomodasi hasil Muscab.
“Mestinya, di tengah situasi politik PPP secara nasional terpuruk, DPP PPP dan DPW PPP Jateng melakukan instropeksi dan evaluasi diri. Kenapa PPP di Pemilu 2024 lalu jatuh? Suara akar rumput PPP perlu didengar dan diperhatikan. Jangan hanya karena kepentingan elit, kader partai di bawah yang dikorbankan,” tandasnya.
Muharno Zarka












