WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Berlangsung menegangkan, saat detik-detik evakuasi pemotong pohon Jati (Tectona grandis L.f) yang pingsan di pucuk dahan. Kejadian ini, berlangsung Jumat siang (5/6/26) di Lingkungan Pokoh RT 01/RW 03, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Proses evakuasi berlangsung mulai Pukul 14.00 sampai dengan Pukul 15.00. Petugas yang melakukan evakuasi terdiri atas para personel fire fighter Pemadam Kebakaran (Damkar) Markas Induk Kabupaten Wonogiri, bersama para relawan dari Search And Rescue (SAR) Wonogiri dan aparat siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri.
Ketua SAR Kabupaten Wonogiri, AKP Setiyono, Sabtu (6/6/26), menyatakan, 5 personel SAR diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Mereka terdiri atas Faris Kurniawan, Agus Setiawan, Eko Susanto, Ridwan M dan Tjio Michael. Melibatkan pula aparat dari BPBD Wonogiri, Wiyanto dan Teguh, serta persponel fire fighter dari Markas Induk Damkar Wonogiri.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, tindakan penyelamatan itu dilakukan pada diri penebang pohon Suratno (65). Yang kondisinya pingsan berada di pucuk dahan pohon yang akan dia tebang.
Dari Markas Induk Damkar Wonogiri, menurunkan 8 personen fire fighter. Mereka terdiri atas Komandan Regu (Danru)-1 Damkar, Sukatman, bersama petugas Damkar Ayiep Donni Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Effendi Agus Nugroho, Arif Prasetyo, Eko Widodo dan Ahmad Setyo Utomo.
Vertical Rescue
Para personel gabungan dari Damkar, SAR dan BPBD Wonogiri segera mendatangi lokasi, setelah mendapatkan kontak permohonan bantuan yang disampaikan melalui Whatsapp (WA). Yakni untuk segera memberikan pertolongan penyelamatan pada diri seorang penebang pohon, yang pingsan di pucuk dahan. Pihak keluarga dan tetangga, merasa tidak mampu untuk mengevakuasi Suratno yang pingsan di pucuk dahan.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dengan sangat hati-hati dan cermat. Mereka melakukan pemanjatan menggunakan dua buah tangga, untuk selanjutnya memberikan pertolongan penyelamatan memakai teknik vertical rescue. Yakni dengan cara mengikat tubuh korban dalam posisi duduk, memakai tali yang biasa untuk sarana pemanjatan tebing.
Selanjutnya, secara pelan-pelan, korban diturunkan ke bawah. Warga yang menyaksikan, menyebutkan, proses evakuasi berlangsung menegangkan. Meski demikian, upaya penyelamatan korban berhasil dengan aman.
Disebutkan, pemicu pingsan diduga karena bersamaan penyakit vertigonya kambuh, saat berada di pucuk dahan pada ketinggian sekitar 6 Meter (M) di atas permukaan tanah. Pemanjatan dilakukan korban, untuk memotong dahan-dahannya terlebih dahulu, sebelum rencananya akan menebang batang induk pohonnya.
Dalam pemahaman medis, vertigo bukanlah penyakit. Melainkan gejala pusing yang membuat penderitanya merasakan sensasi berputar, baik pada dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi ini, umumnya dipicu oleh gangguan keseimbangan saraf di telinga bagian dalam, atau masalah di sistem saraf pusat (otak).(Bambang Pur)











