blank
Momen jajaran Forkopimda Grobogan bermain film Jaka Tarub. Foto: Tya Widya/Instagram mbaklusiteam.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Film Pendek Jaka Tarub yang dibintangi Forkopimda Grobogan menjadi langkah kreatif dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan mengangkat kisah legenda Jaka Tarub tersebut ke dalam film pendek.

Film Pendek Jaka Tarub itu tidak hanya menghadirkan cerita rakyat yang melegenda, tetapi juga memperlihatkan kekompakan Forkopimda Grobogan dalam mendukung pelestarian budaya daerah.

BACA JUGA : Sawah Masih Tertimbun Lumpur Akibat Banjir Tanggul Tuntang, Petani Desa Tinanding Menunggu Solusi

Sejumlah pejabat di Kabupaten Grobogan ikut ambil bagian dalam film tersebut. Mereka tampil memerankan tokoh-tokoh dalam legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan.

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto Wicaksono dipercaya memerankan tokoh utama, yakni Jaka Tarub. Penampilan orang nomor satu di Polres Grobogan itu pun menarik perhatian masyarakat.

Dalam alur cerita, Jaka Tarub digambarkan tengah memancing bersama rekan-rekannya di sebuah sendang. Adegan itu turut diperankan Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo dan Sekda Grobogan Anang Armunanto.

Saat memancing, mereka melihat seorang perempuan berada di sekitar sendang. Sosok perempuan itu kemudian menjadi bagian penting dalam kisah legenda tersebut.

Jaka Tarub lalu memiliki ide untuk mencuri selendang perempuan tersebut sebagai cara untuk berkenalan. Adegan itu menjadi bagian utama dalam cerita legenda yang sudah dikenal turun-temurun di masyarakat Jawa.

Di sisi lain, perempuan tersebut ternyata merupakan Nawang Wulan, seorang bidadari dari kahyangan. Ia tampak kebingungan saat mengetahui selendangnya hilang.

Peran Nawang Wulan dimainkan Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani. Penampilan Lusi dalam film pendek tersebut juga mencuri perhatian warganet usai video berdurasi 11 menit itu tayang di Instagram miliknya.

BACA JUGA : Gunakan Besek Bambu, Polres Grobogan Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban

Selain itu, sejumlah pejabat lain turut meramaikan film pendek tersebut. Mereka tampil dalam beberapa adegan pendukung yang memperkuat jalannya cerita.

Bupati Grobogan Setyo Hadi turut berperan sebagai lurah dalam film tersebut. Kehadirannya menambah daya tarik cerita yang dibalut nuansa budaya Jawa.

Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto juga ikut ambil bagian dalam produksi film pendek tersebut. Begitu pula Ketua Pengadilan Agama Purwodadi Antoni Said.

Ketua Pengadilan Negeri Purwodadi Subronto dan Kajari Grobogan Sefran Haryadi juga tampil dalam beberapa adegan. Keterlibatan lintas unsur Forkopimda itu menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga.

Film pendek tersebut kini dapat disaksikan masyarakat luas melalui kanal YouTube Dinas Pemuda dan Olahraga Grobogan. Tayangan itu diharapkan mampu menjangkau generasi muda.

Pengenalan Budaya

Kepala Disporabudpar Grobogan Wahono melalui Sekretaris Dinas Yunus Suryawan mengatakan, film pendek itu dibuat sebagai media pengenalan budaya kepada masyarakat.

Menurut Yunus, legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan merupakan cerita rakyat yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.

Selain menjadi media hiburan, film pendek tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal.

BACA JUGA : Lansia di Loram Kudus Jadi Korban Perampokan Brutal, Pelaku Gondol Perhiasan Rp100 Juta

Yunus menyebut keterlibatan jajaran Forkopimda menjadi simbol sinergi dalam menjaga budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Kita harapkan dengan film pendek Jaka Tarub ini bisa memberikan edukasi kepada generasi penerus untuk merawat budaya leluhur kita,” kata Yunus.

Proses pengambilan gambar film dilakukan di kawasan Sendang Sinawah yang berada di Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan.

Lokasi tersebut dipilih karena memiliki suasana alami yang dinilai cocok dengan latar cerita legenda Jaka Tarub dan Nawang Wulan.

Pengalaman Unik

Selama proses syuting berlangsung, para pemain mengaku mendapatkan pengalaman baru yang berkesan. Mereka juga tampak antusias mengikuti seluruh tahapan produksi.

Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani mengaku merasakan pengalaman unik saat memerankan sosok Nawang Wulan dalam film pendek tersebut.

blank
Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani saat berperan sebagai Nawang Wulan. Foto: Instagram @lusiaindahartani./

“Senang tapi geli juga ya, ini benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan,” jelas Lusi.

Film Pendek Jaka Tarub yang diperankan Forkopimda Grobogan itu diharapkan mampu menjadi media pelestarian budaya yang dekat dengan generasi muda.

Lusia menjelaskan, kehadiran film pendek tersebut juga menjadi cara kreatif memperkenalkan cerita rakyat kepada masyarakat luas.

Melalui Film Pendek Jaka Tarub itu pula, Forkopimda Grobogan ingin menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian budaya daerah.

“Melalui kisah legenda Jaka Tarub ini, saya berharap generasi muda dapat semakin mengenal akar budayanya sendiri, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah dan ikut menjaga serta melestarikannya di tengah arus modernisasi,” pungkas Lusi.

TYA WIDYA