KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
Detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada tanggal 31 Mei 2026, pukul 15.44,44 (sore). Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, mengutarakan hal itu dalam jumpa pers yang dilakukan di halaman Lalitavistara, Kompleks Borobudur Cultural Center, Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jumat (22 Mei 2026) sore.
Dijelaskan, kegiatan Waisak sudah dimulai 3 Mei di Taman Makam Pahlawan seluruh Indonesia. Diisi dengan tabur bunga dan pembersihan makam sebagai tanda kehormatan kepada pahlawan.
Selanjutnya pada Sabtu dan Minggu (23 dan 24 Mei 26) dilakukan bakti sosial di Borobudur. Berupa
pengobatan gratis, operasi katarak, bedah minor, pengobatan gigi, serta ibu hamil. Ditargetkan akan melayani 10 ribu orang.”Terbuka bagi siapa saja, gratis,” jelasnya.
Lalu setelah itu, ada kedatangan 50 Bhikkhu yang melakukan walk for peace 2026 dari Bali menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Dijadwalkan pada 30 Mei sudah tiba di Borobudur.
Sehari sebelumnya, yakni pada 29 Mei akan ada acara penjemputan Api Suci dari Mrapen, Grobogan. Lalu pada 30 Mei mengambil Air Suci dari Umbul Jumprit, Temanggung.
Dijelaskan pula, setiap tahun ada prosesi dari Candi Mendut sampai ke Borobudur. Tahun ini akan dimulai pukul 10 pagi. “Sebelumnya detik-detik Waisak kebetulan malam. Tapi karena tahun ini sore, ini acaranya dipisah. Detik-detik Waisak akan di Borobudur pukul 15.44, tapi acara Dharma Santi Waisak mulai jam 19.30 malam di Borobudur sampai selesai,” jelasnya.
Petugas yang mengurusi walk for peace 2026, Sanjaya, dalam jumpa pers tersebut mengupas soal itu. Dijelaskan, itu merupakan perjalanan lintas bangsa yang membawa pesan damai.
Dampak
Gistang Richard Panutur, Direktur Komersial PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, dalam jumpa pers tersebut menyebutkan dampak sosial ekonomi perayaan Waisak bagi warga sekitar cukup besar. Maka, menurut dia, segala sesuatunya perlu disiapkan lebih baik. Supaya para pengunjung Borobudur dapat menikmati apa saja yang disajikan di sela Waisak.
Tahun ini akan ditambah 80 titik lampu penerangan. Supaya setelah pelepasan lampion pada malam hari, pengunjung tidak kegelapan. Pihaknya juga menambah electric vehicle untuk mengangkut pengunjung. Sebab dari tempat parkir kendaraan sampai lokasi pelepasan lampion cukup jauh.
Pihaknya juga menambah 80 orang petugas untuk menjadi penunjuk jalan bagi pengunjung Candi Borobudur. Agar pengunjung tidak bingung ketika berada di areal Candi Borobudur yang luasnya sekitar 80 hektare.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyedikan tempat parkir di dalam, bagi 448 kendaraan. Selain itu di luar bekerja sama dengan masyarakat desa. “Sekitar 850 mobil dan 430 motor yang bisa kami tampung,” jelasnya.
Eko Priyono













