SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM), menggelar pelatihan optimalisasi CapCut di SMK Yayasan Pharmasi Semarang.
Kegiatan yang dilakukan sebagai media pembelajaran interaktif bagi guru di SMK itu, dilaksanakan di Laboratorium Komputer Lantai III SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Selasa (12/5/2026).
Pada acara itu, tim PKM USM terdiri dari Ketua Agus Edy Laksono, anggota Rr B Natalia Sari Pujiastuti, Suhariyanto, dan Viro Dharma Saputra. Mereka memberikan materi sesuai bidang keahlian dan pengalaman masing-masing dalam komunikasi digital, serta pengelolaan media sosial.
BACA JUGA: Dekan Fakultas Hukum USM Lepas 123 Calon Wisudawan
Menurut Agus Edy, pelatihan itu dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan, yang menuntut guru lebih adaptif dalam menciptakan media pembelajaran kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini.
”Kehadiran media pembelajaran berbasis digital, dinilai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik,” katanya.
Agus menekankan pentingnya kemampuan guru, dalam membuat konten digital sebagai media pembelajaran. Disampaikan dia, peserta didik saat ini hidup di tengah arus informasi digital, sehingga guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan media yang dekat dengan kehidupan siswa.
BACA JUGA: Dosen Magister Hukum USM Jadi Ahli Soal Dugaan Korupsi Dana Haji
”Video pembelajaran dinilai mampu menjadi sarana penyampaian materi yang lebih menarik, fleksibel, dan mudah dipahami,” ujarnya.
Sementara itu, Natalia Sari Pujiastuti yang akrab disapa Naneth, menjelaskan mengenai pengertian konten digital, jenis-jenis konten, serta karakteristik konten yang disukai anak-anak dan remaja.
”Konten pembelajaran yang efektif tidak hanya berisi materi. Tetapi juga harus dikemas secara kreatif, singkat, komunikatif, serta mampu membangun perhatian audiens sejak awal tayangan,” jelasnya.
BACA JUGA: USM Bekali Wisudawan dengan Ketrampilan dan skill Menghadapi Dunia Kerja
Materi berikutnya disampaikan Suhariyanto, yang membahas proses pembuatan konten, sekaligus strategi optimalisasi konten melalui media sosial.
Dia menyatakan, media sosial dapat dimanfaatkan guru sebagai sarana edukasi, sekaligus ruang publikasi karya pembelajaran. Guru saat ini tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga dapat menjadi kreator edukasi digital yang mampu menyebarkan konten positif kepada masyarakat luas.
Pada sesi terakhir, Viro Dharma Saputra memaparkan pentingnya membangun daya tarik komunikasi, serta penggunaan bahasa yang baik di media sosial.
BACA JUGA: USM TV dan SMK Miftahul Ulum Demak Sepakati Jalin Kerja Sama
Dia menambahkan, pemilihan bahasa, visual, dan cara penyampaian pesan menjadi faktor penting, agar konten pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Selain itu, guru juga perlu memahami etika bermedia sosial, agar konten yang dibuat tetap edukatif dan bertanggungjawab.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan aplikasi CapCut, untuk membuat video pembelajaran sederhana. Para peserta terlihat aktif mencoba berbagai fitur, mulai dari pengeditan video, penambahan teks, audio, hingga transisi visual.
”Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang lebih kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan saat ini,” tuturnya.
BACA JUGA: Mahasiswa Ilkom USM Gelar Edukasi Seksual di SD Kanisius Tlogosari Kulon
Sebanyak 30 guru dari berbagai mata pelajaran, mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Pelatihan berlangsung secara komunikatif dan interaktif, karena peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi CapCut.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama saat sesi praktik pengeditan video dan diskusi, mengenai strategi menciptakan konten pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Kepala SMK Yayasan Pharmasi Semarang, Rahayu Wahananingtyas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
BACA JUGA: 98 Mahasiswa FTP USM Perkuat Literasi Pangan
Dia menyebut, kerja sama antara sekolah dengan USM selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi guru maupun siswa. Pihaknya sangat terbuka untuk bekerja sama dengan USM, karena selama ini sudah beberapa kali memberikan pelatihan yang bermanfaat bagi guru maupun siswa.
”Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut, untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital,” ujarnya.
Riyan













