SALATIGA (SUARABARU.ID) – Human Origins Heritage (HOH), sebuah program internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali digelar.
Resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy, HOH tahun ini diikuti 29 peserta dari 12 negara.
Menyambut dengan penuh sukacita seluruh peserta HOH, Profesor Yafet Rissy mengungkapkan, program ini merupakan program kolaboratif yang menjunjung nilai keberagaman. Ia berharap program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga lokal di Sangiran.
“Program ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi komunitas lokal,” ungkapnya dalam pembukaan HOH, belum lama ini.
Dukungan internasional hadir melalui sambutan dari Francois Semah dari Muséum National d’Histoire Naturelle. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembelajaran lintas budaya dan refleksi kemanusiaan melalui studi masa lalu.
“Melalui program seperti ini, kita belajar memahami siapa kita sebagai manusia dan bagaimana kita dapat membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Hadir dalam pembukaan HOH diantaranya Dekan Fakultas Interdisiplin Aldi Herindra Lasso, S.Pd., M.M.Par., Ph.D., dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc., Ph.D.
Berlangsung hingga 16 Mei mendatang, HOH diisi dengan berbagai kegiatan pelestarian kebudayaan yang melibatkan akademisi serta jejaring internasional. Mengusung pendekatan participatory research, HOH 2026 mendorong peserta untuk tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam penelitian lapangan bersama masyarakat. Berbagai topik seperti perubahan penggunaan lahan, persepsi publik internasional, inisiatif komunitas, hingga evolusi manusia menjadi fokus kajian dalam program ini.
Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraannya, HOH secara konsisten melibatkan berbagai lembaga prestisius seperti Muséum National d’Histoire Naturelle (MNHN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia Heritage Agency, Erasmus, serta Sangiran International Youth Forum (SIYF).
Ke-29 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari UKSW, Universitas Hasanuddin – Makassar, dan negara lainnya seperti Prancis, Meksiko, Brasil, Maroko, Algeria, Angola, Lituania, Argentina, Myanmar, Gambia, dan Amerika Serikat, akan melakukan serangkaian kegiatan di berbagai tempat. Selain di Kampus UKSW Salatiga, kegiatan juga akan dilaksanakan di Sangiran Kabupaten Sragen, serta Gedongsongo di Kabupaten Semarang.













