blank
Lahan tebu, dan insert: Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto. Foto: Reka Sb.ID

BLORA (SUARABARU.ID) – Krisis yang menimpa puluhan ribu petani tebu di Kabupaten Blora akibat mandeknya operasional pabrik gula PT Gendis Multi Manis (GMM) Bulog pada musim giling 2026 kian menjadi sorotan.

Kerusakan dua unit boiler membuat pabrik tidak dapat beroperasi, memicu keresahan luas di kalangan petani. Di tengah situasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto menyatakan, menegaskan komitmen dan kesiapannya untuk turun langsung membantu mencari solusi.

“Saya siap ikut cawe-cawe. Ini bukan sekadar persoalan teknis pabrik, tapi menyangkut nasib ribuan petani. Kita harus cari solusi konkret agar mereka tidak terus dirugikan,” tegas Siswanto saat dihubungi melalui sambungan seluler, Rabu (06/05/2026).

Ketua DPD Partai Golkar Blora dan Ketua Umum ADKASI periode 2025–2030 tersebut menyampaikan, krisis ini berdampak pada lebih dari 30.000 petani tebu dengan luas lahan sekitar 8.000 hektare.

Mereka terpaksa menjual hasil panen ke luar daerah dengan harga yang tidak kompetitif, padahal musim panen sudah berlangsung. Kondisi ini memperparah kerugian yang sebelumnya telah dialami petani, yang pada musim giling 2025 ditaksir mencapai lebih dari Rp500 miliar.

Siswanto pun menawarkan berbagai langkah strategis, mulai dari pendekatan birokrasi, jalur politik, hingga upaya nonformal.

“Kita akan tempuh semua jalur, baik komunikasi dengan pemerintah pusat, dorongan kebijakan, hingga langkah-langkah lain yang memungkinkan. Yang penting, petani harus segera mendapat kepastian,” ujarnya.

Dukungan tersebut disambut positif oleh Sekretaris APTRI, Anton Sudibyo. Ia menilai keterlibatan Siswanto menjadi harapan baru bagi petani yang telah lama terdampak.

“Selama tujuh tahun terakhir, petani sudah sangat menderita akibat salah kelola. Kehadiran Pak Siswanto memberi energi baru bagi perjuangan kami,” ungkap Anton.

Sementara itu, Agus Joko Susilo mendorong agar langkah cepat segera diambil, khususnya melalui jalur politik di tingkat nasional. Ia berharap Siswanto dapat memfasilitasi audiensi antara perwakilan petani dengan Komisi IV dan Komisi VI DPR RI.

“Ini mendesak. Renovasi pabrik harus segera diputuskan agar persoalan tidak berlarut-larut,” katanya.

Ketua APTRI Blora, Sunoto, menambahkan bahwa pihaknya akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Siswanto guna merumuskan langkah konkret.

“Kami akan manfaatkan waktu yang ada untuk menyusun aksi nyata. Harapannya, kesejahteraan petani bisa segera membaik,” ujarnya.

El Nyunanto