GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kebakaran melanda sebuah gerai Alfamart di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Kamis (30/4/2026).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Panunggalan sekitar pukul 04.00 WIB. Api diduga pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Musringan.
Ia mendengar suara letupan yang berasal dari dalam minimarket tersebut. Merasa curiga, Musringan kemudian mendekati bangunan untuk memastikan sumber suara.
BACA JUGA : Respons Cepat Keluhan Warga, Satlantas Polres Grobogan Tandai Jalan Rusak Rawan Kecelakaan
Saat berada di dekat lokasi, ia melihat asap keluar dari celah-celah tembok minimarket. Musringan menyadari asap tersebut bukan hal biasa dan berpotensi kebakaran.
Ia langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan itu segera menarik perhatian warga yang kemudian berdatangan ke lokasi.
Warga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulokulon. Petugas kepolisian segera meneruskan laporan itu ke Damkar Satpol PP Grobogan.
Tak lama berselang, seorang karyawan minimarket, Muhammad Wildan Aulia, tiba di lokasi. Wildan langsung membuka pintu toko agar upaya pemadaman bisa dilakukan.
Warga bersama karyawan minimarket tersebut berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, api dengan cepat membesar karena banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar. Kobaran api kemudian merembet ke berbagai bagian dalam bangunan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran akhirnya tiba di lokasi kejadian. Petugas Damkar langsung bergerak cepat untuk mengendalikan api.
BACA JUGA : Ban Pecah, Truk Tronton Bermuatan Jagung Terguling
Kapolsek Pulokulon, AKP Danang Esanto, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama. Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya setelah dua jam penanganan intensif.
“Usai padam, tim Reskrim Polsek Pulokulon dan tim Inafis Polres Grobogan langsung melakukan olah TKP,” jelas AKP Danang.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan titik api diduga berasal dari gudang sebelah barat dekat kulkas.
Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada atap galvalum dan rangka baja ringan.
“Menurut keterangan dari Tim Damkar, lubang terkena semprotan air saat dilakukan pemadaman,” jelas Kapolsek.
Selain itu, sejumlah barang mengalami kerusakan, termasuk tiga unit monitor, empat kulkas pendingin, serta kabel DVR CCTV yang terbakar.
BACA JUGA : Sumber Air Dekat Lokasi, Pekerjaan TMMD Sragen Makin Lancar dan Efisien
“Uang sejumlah Rp 8.902.975 yang tersimpan di dalam brankas hilang, hanya tersisa Rp100 ribu dan beberapa lembar materai,” tambahnya.
AKP Danang menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, pihak manajemen minimarket mengalami kerugian material yang cukup besar. Kapolsek menyebutkan estimasi kerugian berdasarkan hasil pemeriksaan mencapai Rp 822.272.271.
TYA WIDYA













