blank
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Johar Utara Kota Semarang, belum lama ini. (Foto: Diaz A Abidin) 

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang berencana meramaikan aktivitas perdagangan dengan membuka Pasar Johar Malam Hari (Jolari).

Konsep Pasar Johar Malam Hari dikatakan akan seperti pasar Komunitas Pecinan Semarang Pariwisata (Kopi Semawis). Di mana menjadi tempat nongkrong ragam kalangan, dan aktivitas ekonomi yang menarik.

Kepala Bidang Penataan Disdag Kota Semarang, Bagas Yuwono A N, mengatakan, Pasar Jolari akan melibatkan pedagang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Targetnya sekira 60-70 pelaku UMKM.

Pedagang itu akan disediakan tempat berjualan di selasar Pasar Johar Utara. Kehadirannya diharapkan akan mampu menarik pengunjung untuk datang meramaikan Pasar Johar.

“Ini kita coba, bahwa malam hari (Pasar Johar) juga bisa hidup,” katanya, di Semarang, Rabu 29 April 2026.

Pasar Jolari, kata Bagas, direncanakan buka pada tiga malam di tiap akhir pekan. Dimulai Jumat – Ahad malam.

Kehadiran UMKM di selasar Pasar Johar Utara itu, ditargetkan mampu melengkapi aktivitas pedagang lain yang telah menyewa kios di bangunan Pasar Johar. Seperti kedai kopi dan lainnya.

Sebagai langkah awal meramaikannya, direncanakan juga mengisi dengan sejumlah event seperti peragaan busana.

“Jadi produk-produk busana yang dijual di Pasar Johar bisa diikutkan di Johar Fashion Week,” ucapnya.

blank
Kepala Bidang Penataan Disdag Kota Semarang, Bagas Yuwono A N. (Foto: Diaz A Abidin)

Retribusi 

Lebih lanjut Bagas mengatakan, para pedagang bisa membayar retribusi yang bisa dibilang cukup terjangkau.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 4 Tahun 2025, biaya retribusi Rp800 per meter.

Bila pedagang rata-rata menggunakan tempat sekira 2×3 meter, maka membayar Rp4.800 tiap malamnya.

“Jadi (Pasar Jolari) kita masih percobaan ya. Semoga pedagang bisa laris,” katanya. (*)

Diaz A Abidin