SEMARANG (SUARABARU.ID) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Teknis Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Tengah 2026, 22-23 April 2026 di Horizon Ultima Sentraland Semarang.
Rakortek Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Tengah ini menjadi salah satu momentum strategis dalam mengevaluasi capaian tahun 2025 sekaligus menyelaraskan langkah ke depan khususnya dalam implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), pelaksanaan Program Prioritas dan pelayanan program KB kepada masyarakat.
“Capaian Program Bangga Kencana di Jawa Tengah sudah menunjukkan tren positif, namun tentu saja penguatan tetap diperlukan,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir, Rusman Efendi, MM.
Dia mengatakan, beberapa indikator strategis bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Hal ini tentu merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, serta sinergi yang baik antara antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja terkait ”, kata Rusman.
Dia juga menyebut di tengah berbagai capaian tersebut, masih terdapat beberapa indikator strategis yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain; angka kelahiran menurut kelompok umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ASFR 15-19) di Provinsi Jawa Tengah yang masih cukup tinggi yakni sebesar 20,4 per 1.000 perempuan 15-19 tahun,.
Kemudian serta Proporsi Kebutuhan KB yang terlayani (Demand Satisfied) di Provinsi Jawa Tengah baru tercapai sebesar 86,30 persen dari target 87,23. Kondisi ini ditengarai dipengaruhi oleh meningkatnya angka unmet need dari 9,3 menjadi 10 persen.
“Oleh karenanya, pada tahun 2026 kita perlu lebih memfokuskan upaya pada penurunan unmet need guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan serta meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi modern pada pelayanan KB baru, KB pasca persalinan, serta penggunaan MKJP. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran”, paparnya lagi.













