
Selain itu, sinergitas kuat lintas sektor berbagai program Bangga Kencana berbasis siklus hidup seperti BKB, BKR, BKL, UPPKA, hingga program prioritas seperti GENTING, GATI, TAMASYA, SIDAYA serta SuperAps yang mengacu pada Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai dokumen perencanaan strategis jangka panjang berbasis siklus kehidupan.
“Ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam percepatan penurunan stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini tentu saja sejalan dengan arah kebijakan nasional dan transformasi kelembagaan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN,: kata Rusman.
Dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga melalui program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita nonpaud (MBG 3B) juga telah menjadi bagian integral dalam percepatan penurunan stunting.
Penguatan KBKR
Melalui Rapat Koordinasi Teknis Program Bangga Kencana diharapkan implementasi PJPK, penguatan program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, serta pembangunan keluarga berbasis siklus hidup dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi dan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas keluarga dan sumber daya manusia di Provinsi Jawa Tengah.
Bersama mitra lintas sektor inilah Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah bersama-sama merancang strategi dan langkah konkret yang efektif efisien, dengan menyelaraskan potensi anggaran dan sumber daya yang dimiliki sebagai bentuk keseriusan dalam memperkuat pengelolaan program prioritas pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Kegiatan Rakortek Bangga Kencana Jawa Tengah 2026 ini dihadiri oleh Sekretaris dinas OPD Dalduk KB Kab/Kota, Kabid KB, serta Pengelola Program KB Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
R. Widiyartono













