JEPARA (SUARABARU.ID) – Semangat emansipasi RA Kartini benar-benar membumi di Desa Petekeyan. Dalam gelaran Pemilihan Ketua RW Serentak yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Petekeyan, Kamis (23/05/2026), sejarah baru terukir. Untuk pertama kalinya, kursi jabatan Ketua RW diisi oleh sosok perempuan, Hj. Jamiah. Ia terpilih menjadi Ketua RT 03 Desa Petekeyan
Pemilihan ini diikuti oleh empat wilayah RW menyusul berakhirnya masa bakti pengurus lama. Mekanisme pemungutan suara dilakukan secara demokratis dengan melibatkan keterwakilan dari unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara RT, serta oleh Petinggi dan Ketua BPD setempat.

Kontestasi paling menegangkan terjadi di wilayah RW 01. Persaingan suara berlangsung sangat ketat antara dua kandidat. Shokib akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang setelah meraup 9 suara, unggul tipis hanya selisih satu angka dari rivalnya, Prayitno, yang memperoleh 8 suara.
Berbeda dengan RW 01, wilayah RW 02 dan RW 04 berlangsung tanpa gejolak berarti. Kedua wilayah ini menampilkan calon tunggal yang merupakan petahana. Suprapto kembali dipercaya memimpin RW 02, sementara Mustain ditetapkan kembali sebagai Ketua RW 04 secara aklamasi karena tidak adanya kompetitor yang muncul.

Sorotan utama tertuju pada wilayah RW 03. Di wilayah ini, muncul tiga kandidat kuat yakni Agus Salim, H. Purwanto, dan Hj. Jamiah. Melalui proses yang dinamis, Hj. Jamiah, yang dikenal sebagai aktivis NU sekaligus kader desa, berhasil meraih kepercayaan mayoritas pemilih.
Hj. Jamiah mencatatkan namanya dalam buku sejarah Desa Petekeyan sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua RW, menggantikan Samudi yang telah habis masa jabatannya.

”Ini adalah wujud nyata bahwa peran publik tidak lagi didominasi kaum laki-laki. Perempuan kini memiliki ruang yang sama untuk mengabdi di level strategis desa,” ujar Petinggi Petekeyan, Rohman.
Munculnya Hj. Jamiah sebenarnya memperpanjang daftar srikandi yang menduduki posisi penting di “Kampoeng Sembada Ukir” ini. Sebelumnya, Desa Petekeyan telah mencatat nama Muyassarah (aktivis Fatayat-Muslimat) sebagai perempuan pertama yang menjabat posisi Petengan—jabatan yang secara tradisional diisi laki-laki. Selain itu, Hudiyah juga telah lebih dulu merintis jalan sebagai Ketua RT pertama di RT 13
Terpilihnya Hj. Jamiah menjadi sinyal kuat bahwa kesetaraan gender bukan sekadar slogan di Desa Petekeyan, melainkan realitas sosial yang terus berkembang seiring dengan semangat kemajuan desa.
Hadepe – Sub
Hj. Jamiah Ketua RW. 03 terpilih. Foto: Sub
Penghitungan suara Pemilihan Ketua RW. Foto: Sub
Antusias masyarakat menyaksikan proses pemilihan ketua RW. Foto: Sub
Petinggi Petekeyan didampingi anggota BPD menyaksikan langsung pemilihan Ketua RW. Foto: Sub













