JEPARA (SUARABARU.ID)- Berbagai macam cara masyarakat untuk memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026. Hari kelahiran pahlawan emansipasi wanita ini salah satunya diperingati dengan cara unik oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Jepara.
Para atlet perempuan cabang olahraga panjat tebing Jepara ini mengenakan pakaian kebaya pada sesi latihan rutin di Kompleks Batealit Sport Center (BSC) pada hari Kartini (21/42026).
Momentum ini, menurut Pelatih Panjat Tebing Jepara Abdul Kholiq, olahraga ekstrem ini juga bisa dilakukan oleh kaum perempuan.
“Olahraga panjat bukan hanya kaum laki-laki, tetapi juga bisa dilakukan oleh kaum perempuan”,ujar Kholiq.
Pemikiran Kartini yang mendobrak peradaban manusia dengan memberi ruang yang luas bagi perempuan yang bebas memilih dan menentukan pilihan Dalam hidupnya.
“Di era sekarang ini, perempuan semakin bebas menentukan pilihan hidup, karier, bahkan identitasnya sendiri, termasuk dalam dunia olahraga”, imbuhnya.
Perempuan memiliki kebebasan ruang untuk menentukan masa depannya, kaum perempuan menjadi pemimpin, kreator, pemikir, atlet atau apa pun yang mereka pilih. Dalam semangat Kartini, semua itu dijalani dengan kesadaran menjunjung tinggi nilai, martabat, kecerdasan dan etika.
Dengan semangat Kartini inilah, yang menjadikan para atlet panjat tebing Jepara berlatih dan berjuang keras untuk mengukir prestasi tertinggi dalam bidang olahraga.
ua/zainpo













