JEPARA (SUARABARU.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara mengakselerasi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) Kepulauan Karimunjawa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar keamanan pangan sebelum beroperasi.

Kegiatan percepatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 April 2026. Tiga SPPG yang menjadi fokus yakni SPPG Kemujan, SPPG Parang, dan SPPG Nyamuk. Ketiganya diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan pemenuhan gizi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, SKM., MMKes., MM., menegaskan pentingnya integritas dalam proses penilaian SLHS. Ia meminta tim di lapangan bekerja objektif sesuai kondisi riil.

“Yang baik katakan baik, yang masih kurang katakan kurang, lalu segera lakukan pendampingan untuk tindaklanjutnya. Tujuannya agar seluruh dapur SPPG memenuhi kriteria yang disyaratkan dan segera memperoleh SLHS,” ujarnya.
SLHS merupakan sertifikat resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota sebagai bukti bahwa tempat pengelolaan makanan telah memenuhi standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan. Sertifikat ini menjadi syarat mutlak operasional SPPG dalam mendukung program MBG.

Untuk memperoleh SLHS, terdapat tiga persyaratan utama. Pertama, penjamah pangan atau relawan wajib memiliki sertifikat kursus keamanan pangan dari lembaga yang terakreditasi Kementerian Kesehatan. Kedua, lulus Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dengan nilai minimal 80. Ketiga, hasil uji laboratorium terhadap kualitas air minum, air bersih, makanan, serta usap alat makan harus memenuhi standar kesehatan.
Dalam upaya pemenuhan persyaratan tersebut, Dinas Kesehatan Jepara menerjunkan tim kesehatan lingkungan yang dipimpin Hadi Wibowo. Tim menggelar pelatihan keamanan pangan bagi relawan dengan menggandeng lembaga pelatihan SMART Emergency Jepara yang telah terakreditasi A.
Usai pelatihan, tim melanjutkan dengan inspeksi kesehatan lingkungan serta pengambilan sampel laboratorium guna memastikan seluruh komponen dapur memenuhi standar yang ditetapkan.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para relawan. Dukungan juga datang dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yang dihadiri Camat Karimunjawa, Sekcam, Danramil, Danposal, Kapolsek, Plt Kepala Puskesmas Karimunjawa, Koordinator SPPG Karimunjawa , mitra, ahli gizi, akuntan, serta asisten lapangan.
Dinas Kesehatan Jepara menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, khususnya di wilayah 3T Karimunjawa yang menjadi prioritas pemerintah dalam intervensi gizi.
Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan operasional SPPG di wilayahnya.
“Kami siap mengawal dan memastikan program ini berjalan optimal. Harapannya SPPG segera beroperasi untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan SPPG Karimunjawa, Muhammad Rizal, optimistis terhadap kesiapan wilayahnya. Ia bahkan menyebut SPPG di Karimunjawa sebagai yang terbaik di wilayah 3T secara nasional.
“Dari sisi fisik dan sarana, kami siap dan tepat waktu dan terbaik di Indonesia,” katanya.
Melalui pelatihan peningkatan kompetensi penjamah makanan serta penguatan standar keamanan pangan, SPPG di Karimunjawa diharapkan mampu menjadi model layanan gizi yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan program MBG di wilayah 3T.
Septiana W – Asrori













