blank
Personel ASN di Setda Kabupaten Wonogiri yang terjadwal masuk kerja, ke kantor menggunakan sepeda pancal, termasuk diantaranya Kabag Perekonomian Aris Widodo (kedua dari kanan).(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bagian Prokopim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, mengabarkan, para personel Aparatur Sipil Negara (ASN) Jumat (17/4/26), menerapkan budaya kerja baru. Yakni mulai menerapkan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Bagi ASN yang terjadwal masuk kerja, berkantor menggunakan sepeda pancal dan transportasi umum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonogiri FX Pranata, mengatakan, kebijakan itu diberlakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor: 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemda.

Untuk diketahui, sejak Bulan September 2025, Pemkab Wonogiri sudah menerapkan kebijakan pegawai di Kompleks Kantor Bupati Wonogiri wajib menggunakan transportasi umum saat ngantor pada setiap tanggal 17 di setiap bulannya. Kebijakan itu, sekarang sejalan dengan SE Mendagri tentang transformasi budaya kerja ASN, sehingga akan berkesinambungan. “Dulu kan kita setiap tanggal 17, sekarang disambung setiap hari Jumat,” jelas Sekda Wonogiri FX Pranata.

Pantauan di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri Jumat pagi (17/4/26), sejumlah ASN yang masuk ke kantor pada menggunakan sepeda pancal (ontel). Sebagian berjalan kaki, setelah turun dari angkutan umum, serta ada yang datang menggunakan jasa Ojol (Ojek Online). Mereka datang menggunakan seragam batik Korpri warna dasar biru.

Para ASN yang datang ke kantor berjalan kaki, adalah mereka yang selama ini melajo yang rumahnya jauh. Awalnya, menggunakan transportasi umum seperti bus atau minibus angkudes. Setelah tiba di halte pemberhentian terdekat, kemudian turun untuk berjalan kaki ke kantor.

Menurut Sekda FX Pranata, model ini lebih menganut pada aspek efisiensi. ”Setiap Jumat, selama masih berlaku SE-nya, nanti kita tindaklanjuti,” imbuh Sekda. Dimungkinkan, aturan ini bisa saja bersifat kondisional. ”Bagi ASN yang rumahnya jauh dan tidak bisa dijangkau menggunakan sepeda, bisa menggunakan moda transportasi umum,” tandasnya.

Sekda menyadari bahwa kondisi medan di Wonogiri cukup berat karena banyak tanjakan. Dengan begitu, meskipun rumah dekat dengan kantor, bila tidak memakai sepeda pancal, boleh menggunakan sepeda listrik. “Yang bisa menjangkau menggunakan sepeda ya bersepeda, tapi bersepeda listrik juga boleh. Sangat kondisional,” jelas Sekda. Tapi bagi yang rumahnya jauh, Solo misalnya, bisa menggunakan transportasi umum.

Selain itu, untuk ASN yang bekerja di Kelurahan dan di wilayahnya tidak ada transportasi umum, dimaklumi jika masuk ke kantor menggunakan kendaraan pribadi.(Bambang Pur)