blank
Lapas Perempuan Semarang gelar ikrar Zero Halinar. Foto: Dok/Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan hunian yang bersih dari pelanggaran melalui kegiatan Ikrar Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Perempuan Semarang, Sri Utami, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini adalah bentuk dukungan Lapas Perempuan Semarang terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-6 tentang memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan modus di Lapas dan Rutan

Acara dimulai dengan pembacaan ikrar yang diikuti oleh seluruh jajaran petugas. Poin-poin ikrar tersebut menekankan pada penolakan keras terhadap segala bentuk peredaran gelap narkoba, praktik pungutan liar, serta penggunaan alat komunikasi ilegal di dalam blok hunian.

Usai pengucapan janji, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan komitmen bersama ikrar Zero Halinar secara bergantian oleh seluruh petugas. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen hitam di atas putih bagi setiap personel untuk menjaga marwah institusi.

Dalam arahannya, Plh. Kalapas Perempuan Semarang, Sri Utami menekankan, deklarasi ini, memberikan pesan mendalam bagi seluruh jajarannya untuk tetap setia pada koridor aturan.

“Mengajak seluruh petugas agar benar-benar menanamkan komitmen ini di dalam hati. Kita jaga integritas dan pastikan tidak ada celah sedikitpun bagi Halinar masuk ke dalam Lapas. Kita buktikan bahwa komitmen kita selaras dengan semangat transformasi yang dibawa oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegas Sri Utami.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas Lapas Perempuan Semarang semakin meningkatkan kesadaran dan komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Ning S