blank
Bupati dan Wakil Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Ibnu Hajar bersama 7 Dalang cilik dalam Pagelaran Wayangan Wilujengan Nagari. Foto: Septi.

JEPARA (SUARABARU.ID)— Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Wilujengan Nagari atau Selamatan dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara di Lapangan Alun-Alun I Jepara, Jumat (10/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi masyarakat Jepara.

Acara berlangsung khidmat dengan nuansa budaya Jawa yang kental. Sebelum Pagelaran Wayang Kulit yang akan dipentaskan oleh 7 Dhalang Cilik dari Jepara, prosesi Wilujengan Nagari diawali dengan pembacaan mantra doa berbahasa Jawa oleh Ki Hendro Kartiko yang juga pemilik Pemilik Yayasan LKP Marga lagit.

blank
Doa Pembuka Acara dalam Wilujengan Nagari oleh Ki Hendro Kartiko. Foto: Septi.

Tampak Bupati dan Wakil Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Ibnu Hajar hadir dan disambut dengan prosesi adat menggunakan permadani sebagai simbol penghormatan.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Tari Ula-Ula dari Sanggar Karimunjawa yang turut menyambut kedatangan pimpinan daerah. Selanjutnya, Bupati Jepara menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya rasa syukur dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Jepara.

blank
Bupati Witiarso Utomo Bersama Wakil Ibnu Hajar beserta jajaran disuguhi tumpeng yang merupakan bagian dari 477 tumpeng yang dibagikan kepada masyarakat. Foto Syafiq.

Dalam sambutannya, Bupati Jepara menyampaikan bahwa Wilujengan Nagari merupakan wujud rasa syukur dan ikhtiar batin masyarakat untuk memohon keselamatan serta keberkahan bagi Jepara.

“Wujud rasa syukur, doa, dan ikhtiar batin kita bersama untuk memohon wilujeng, keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi Jepara. Malam ini kita memanjatkan doa lintas agama untuk Jepara, untuk masyarakatnya, untuk bumi dan lautnya, untuk para petani, nelayan, pekerja, pelaku usaha, jajaran aparatur, serta seluruh generasi penerus,” ujarnya.

blank
Masyarakat menikmati tumpeng yang telah dibagikan dalam acara Wilujeng Nagari. Foto: Syafiq.

Ia juga menegaskan bahwa Jepara bukan hanya dikenal dengan seni ukir dan kekuatan ekonomi, tetapi juga masyarakatnya yang guyub, tangguh, kreatif, dan religius. Melalui momentum Hari Jadi ke-477 ini, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga budaya daerah.

Acara dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh perwakilan berbagai agama di Jepara. Doa tersebut ditujukan untuk keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan, termasuk bumi dan laut Jepara.

Selain itu, sebanyak 477 tumpeng turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut sebagai simbol usia Kabupaten Jepara. Tumpeng berasal dari 195 desa di Jepara, Forkopimda, seluruh puskesmas se-Jepara, Bank Jateng, PGRI, serta dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Penampilan budaya juga menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut. Sebanyak tujuh dalang cilik tampil membawakan lakon “Banjaran Bima”. Penampilan ini menjadi simbol pewarisan budaya kepada generasi muda sekaligus mengangkat nilai keberanian, kejujuran, dan keteguhan hati yang menjadi karakter tokoh Bima.

Turut terlibat dalam kegiatan ini adalah Permadani, yakni Pawayatan Pembelajaran Bahasa Jawa, yang membantu dalam penyambutan tamu dan pembawa acara. Salah satu perwakilan Permadani menjelaskan bahwa mereka bukan penyelenggara utama, melainkan diminta membantu oleh Pemerintah Kabupaten Jepara.

“Kami bukan penyelenggara, tetapi dimintai tolong oleh pemerintah kabupaten. Permadani merupakan pawayatan pembelajaran bahasa Jawa. Kami membantu menerima tamu dan ada yang mewakili menjadi MC,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Permadani berkolaborasi dengan Pepadi, yakni Persatuan Pedalangan Indonesia, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap Hari Jadi ke-477 menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga jati diri daerah.

“Mari jadikan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga jati diri, dan mempercepat tercapainya Jepara Mulus. Mugi Jepara tansah dados kabupaten ingkang maju, pinunjul, lan warganipun tansah bagas lan waras,” tutup Bupati Jepara.

Wilujengan Nagari dan doa bersama ini pun berlangsung khidmat, penuh nuansa budaya, serta menjadi simbol kebersamaan seluruh masyarakat dalam mendoakan masa depan Kabupaten Jepara.

Septiana W. – Syafiq