blank
BNNP Jateng gandeng Lanal Semarang perketat jalur masuk sindikat narkoba. Foto: Dok/Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ancaman peredaran gelap narkotika melalui jalur laut kian menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat barisan dengan menggandeng Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang untuk menutup celah masuk jaringan narkotika yang memanfaatkan wilayah perairan sebagai jalur distribusi.

Langkah ini disampaikan dalam audiensi antara Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid dan Komandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Sabprowanto, di Kantor BNNP Jawa Tengah, Jum’at (10/4/2026).

Pertemuan tersebut sebagai konsolidasi kekuatan menghadapi pola peredaran narkotika yang kian adaptif dan lintas wilayah. Pertemuan ini menitikberatkan pada penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam aspek deteksi dini, patroli terpadu, serta pertukaran informasi intelijen.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid menegaskan, jalur laut saat ini menjadi salah satu titik rawan yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, sindikat narkotika terus mencari celah, termasuk memanfaatkan luasnya wilayah perairan Indonesia.

“Jalur laut memiliki kerentanan yang tinggi jika tidak diawasi secara optimal. Sindikat narkotika bekerja dengan pola yang semakin canggih, terorganisir, dan lintas negara. Mereka memanfaatkan celah-celah pengawasan, termasuk wilayah perairan yang luas. Oleh karena itu, penguatan sinergi dengan TNI Angkatan Laut bukan hanya penting, tetapi menjadi kebutuhan strategis,” ujar Toton.

Menurutnya, BNNP Jawa Tengah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas peredaran narkotika. Kolaborasi antarinstansi, kata dia, menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengawasan yang solid dan berlapis.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada ruang aman bagi jaringan narkotika di Jawa Tengah. Sinergitas ini harus diwujudkan dalam kerja nyata mulai dari pertukaran data intelijen, patroli bersama, hingga operasi terpadu. Dengan dukungan TNI AL, khususnya Lanal Semarang, kami optimistis mampu mempersempit ruang gerak sindikat dan meningkatkan efektivitas penindakan maupun pencegahan,” katanya.

Toton juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu antara upaya penegakan hukum dan pencegahan berbasis masyarakat.

“Perang melawan narkoba tidak hanya soal penindakan, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat. Kami terus mendorong keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat. Sinergi dengan Lanal Semarang ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan Jawa Tengah Bersinar, bersih dari narkoba,” ujarnya.