blank
Bupati Wkitiarso Utomo, Wabup Ibnu Hajar, Hendro Martojo, Ahmad Marzuqi bersama penerima penghargaan Inovasi P elayanan Publik Kepolisian Resort Jepara dengan produk pelayanan. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Upacara Hari Jadi Jepara ke 477 yang berlangsung di alun-alun  Jepara Jumat 10 Aptil 2026 berlangsung khidmad. Disamping diikuti oleh pejabat tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Organisasi Masyarakat serta pelajar, juga dihadiri dua sesepuh masyarakat Jepara Drs Hendro Martojo, MM dan h. Ahmad Marzuqi, keduanya mantan bupati Jepara

Bupati Jepara Witiarso Utomo yang menjadi pembina upacara menyebut Hari Jadi ini adalah saatnya mengenang perjalanan panjang Jepara yang lahir dari kerja keras, kreativitas, dan keteguhan hati warganya. “Jepara adalah kota ukir; kota dengan sejarah maritim kuat; Bumi Kalinyamat yang penuh semangat patriot dan kepahlawanan; Bumi Kartini yang menjadi simbol kebangkitan nasional; serta kota yang menyimpan kekayaan budaya, dan tradisi religius yang menjadi identitas kita,” ujar  Witiarso Utomo

blank
Bupati Jepara Witiarso Utomo dan jajaran Forkopimda bersama para pemenang lomba. Foto: Hadepe

Menurut Witiarsi Utomo, dari meja pengrajin ukir hingga pesantren dan sekolah; dari hamparan sawah dan hijaunya lereng Muria hingga gelombang pantai yang menenangkan di gugusan pulau Karimunjawa,  semua adalah potensi dan anugerah Tuhan yang tak ternilai. Identitas inilah yang harus kita jaga, kembangkan, dan jadikan pijakan dalam setiap langkah pembangunan,”  harapnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, Sejak 20 Februari 2025, kita telah menegaskan visi: Bersama Membangun Kabupaten Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari dan Religius. Visi ini bukan sekadar kata-kata indah. Ini adalah kompas kebijakan yang harus kita jalankan dan wujudkan bersama.

blank
Peluncuran aplikasi E-Rusunawa oleh Bupati Jepara dan Wakil Bupati Jepara didampingbi Kepala BPD Cabang Jepara. FotoL Hadepe

“Alhamdulillah, ditahun pertama pelaksanaan visi Jepara Mulus beberapa program unggulan telah kita laksanakan, dan beberapa indikator pembangunan mencatatkan capaian positif. Seperti, pertumbuhan ekonomi yang meningkat menjadi 5,91 persen dari sebelumnya 4,22 persen. Tingkat kemiskinan turun, dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen. Indeks Pembangunan Manusia juga naik dari 74,32 menjadi 74,90. Selama kurun waktu satu tahun kemarin, nilai investasi Jepara mencapai hampir Rp2 triliun dan menyerap lebih dari 36 ribu tenaga kerja,” ujarnya

blank
Bupati Witiarso Utomo saat menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang lomba. Foto: Hadepe

Capaian ini menurut Bupati Witiarso  mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 3,30 persen, dari 3,34 persen di tahun sebelumnya. 5 Di bidang infrastruktur kita berhasil memelihara dan meningkatkan kualitas jalan sepanjang 421,84 km. “Tahun 2026 ini, kita rencanakan seluruh jalan di Kabupaten Jepara mulus. Hadirnya kualitas infrastruktur yang baik, diharapkan dapat menggerakkan pembangunan semua sektor, baik ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan budaya,” terangnya

blank

Sementara  di bidang Pendidikan, sebanyak 10.827 guru telah menerima manfaat program Kartu Guru Sejahtera. Dan 2.398 siswa/mahasiswa telah dijangkau beasiswa melalui Kartu Sarjana Jepara. Revitalisasi satuan pendidikan juga sudah kita lakukan di 103 sekolah baik jenjang PAUD (6 sekolah), SD (58 sekolah), dan SMP (39 sekolah).  Sedangkan Untuk mempercepat digitalisasi layanan dan meningkatkan partisipasi publik, lewat kanal aduan 112 sebanyak 5.800 aduan telah ditindaklanjuti,” ujarnya

Ia juga menjelaskan, di sektor ekonomi kerakyatan,  program Jepara Karya telah membuka 32.898 lowongan kerja dan pelatihan bagi ratusan pencari kerja, sementara dukungan untuk UMKM meliputi bantuan tenda, pelatihan, dan program UMKM Naik Kelas juga telah menunjukkan 6 hasil. Kita juga menerima 11 penghargaan nasional, termasuk opini WTP ke-15 berturut-turut dan pengakuan Wilayah Bebas Korupsi untuk beberapa perangkat daerah. Capaian-capaian tersebut adalah bukti bahwa ketika kita bersinergi, hasil nyata dapat diraih.

blank

Namun ia mengajak semua fihak tidak boleh berpuas diri. “Masih ada pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan dan selesaikan. Peserta upacara dan tamu undangan yang berbahagia, Tema Hari Jadi ke-477 ini adalah “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Mulus.” Tema ini mencerminkan semangat seluruh elemen masyarakat Jepara untuk bekerja dengan hati, penuh keikhlasan, dan kebersamaan. Pembangunan bukan tugas satu pihak. “Pemerintah memfasilitasi, tetapi keberhasilan bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” tegasnya

Selanjutnya ia  mengajak para pengrajin dan pelaku usaha untuk terus berinovasi; para pelajar dan pemuda untuk menjadi agen perubahan; aparatur untuk melayani dengan hati dan menjaga integritas; serta masyarakat untuk aktif mengawal kebijakan publik. “Mari kita jadikan Hari Jadi ini sebagai momentum kebangkitan, memperkuat gotong royong, mempererat persatuan, dan mempercepat langkah menuju Jepara yang lebih maju dan sejahtera. Nilai religius dan budaya yang kita warisi harus menjadi perekat dalam menghadapi dinamika zaman. “Perbedaan dan keanekaragaman budaya ini harus kita jadikan kekayaan, bukan pemecah,” ajak Witiarso

blank

Pada akhirnya ia  mengajak seluruh warga Jepara untuk meneguhkan tekad; untuk menjadikan Jepara lebih maju tanpa meninggalkan akar budaya; untuk lebih sejahtera tanpa mengorbankan nilai-nilai religius; dan untuk lebih unggul dan berdaya saing tanpa meninggalkan keadilan sosial. Jepara adalah rumah besar kita bersama. Tempat di mana setiap sudutnya adalah ruang 8 keluarga, setiap jalan adalah lorong yang kita lalui bersama, dan setiap pantai serta hutannya adalah halaman yang harus kita rawat. Maka mari kita jaga bersama, rawat bersama, dan banggakan bersama. “Karena rumah yang kita cintai akan menjadi tempat nyaman bagi anak cucu kita kelak,” pungkasnya

blank

Pada akhir acara juga telah diserahkan hadiah kepada para pemenang lomba.

Hadepe- Diyan – Fikri – Eky