JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Jepara ke 477 , Pemerintah Kabupaten Jepara bersama masyarakat menggelar acara ramah tamah dan makan tumpeng bersama sebagai bagian dari rangkaian kirab budaya dan tradisi buka luwur makam Mantingan.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah yang berkumpul di pendopo kabupaten Jepara dan juga pelataran Masjid Mantingan, dengan total 477 tumpeng yang disediakan untuk dinikmati bersama, di mana 377 tumpeng dibagikan di pendopo dan 100 tumpeng lainya di pelataran masjid Mantingan, Kamis (9/4/2026).

Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Tradisi makan tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat Jepara atas perjalanan panjang sejarah kota serta harapan akan kemakmuran di masa mendatang. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak kirab berlangsung hingga puncak acara makan bersama.

Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan seremonial, tetapi juga sebagai upaya melestarikan tradisi budaya lokal yang sarat makna. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan gotong royong demi kemajuan daerah.

Sementara itu, Sutarya, dosen Unisnu Jepara sekaligus pengurus Masjid Mantingan, turut memberikan pandangannya terkait kegiatan tersebut. “Tradisi makan tumpeng dan buka luwur ini bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta mengingatkan kita pada nilai-nilai sejarah dan religius yang diwariskan para pendahulu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya lokal Jepara.”
Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal semakin tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Jepara sebagai kota yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.
Hadepe – Ika putri













