blank
Fashion show dalam Halalbihalal & Creative Synergies: A Celebration of Fashion, Culture & Connection yang berlangsung di Rumah Merah Heritage Lasem. Foto: Dok/Istimewa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lasem kembali menegaskan perannya sebagai titik temu antara sejarah, budaya, dan geliat kreativitas.

Selama dua hari pada Sabtu–Minggu (4–5 April 2026), kawasan heritage ini menjadi panggung Halalbihalal & Creative Synergies: A Celebration of Fashion, Culture & Connection yang berlangsung di Rumah Merah Heritage Lasem.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara IFC Semarang Community dengan Rumah Merah Heritage Lasem, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Road to Jateng Fashion Trend 2026 yang direncanakan berlangsung sekitar Oktober 2026.

Acara ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi selepas Hari Raya, namun juga menjadi ruang bertemunya ide, tradisi, dan energi kreatif dari berbagai komunitas.

Lasem, yang selama ini dikenal sebagai kota batik dengan sejarah panjang, menjadi latar yang terasa relevan untuk merayakan pertemuan tersebut.

Pada malam pertama, Sabtu (4/4), dilaksanakan gelaran fashion show yang menghadirkan karya dari sejumlah desainer. Diantaranya Oemah Batik Lasem 3 Negeri by Anwar, Zoe Zoe by Sudarna Suwarsa – IFC Semarang Chapter, Elkana Gunawan Tan – IFC Semarang Chapter x Batik Gunung Kendil, Okvisa by Oktavirasa, Djuwita Batik by Titin, Griya Jaet Lestari by Yuni, Batik Hasta Dana by Sinta, Alvina by Alvi, Dto’el Couture by Nita, hingga Batik Gunung Kendil by Hawien Wilopo. Masing-masing menghadirkan interpretasi yang beragam atas kekayaan batik Lasem.

Koleksi yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana batik tulis Lasem dapat berdialog dengan pendekatan desain modern. Detail khas seperti isen-isen dan tumpal dengan motif sekarjagad tetap menjadi identitas utama, namun diperkaya dengan eksplorasi motif kontemporer.

Sejumlah desainer juga mengombinasikan batik dengan wastra lain seperti tenun, menciptakan tampilan yang lebih segar. Ragam busana yang dihadirkan pun luas, mulai dari outer, blazer, dan dress untuk perempuan hingga busana pria yang tetap elegan namun kontekstual.

Fashion show ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Rembang Fashion Community, dengan dukungan model dari Diraja Modeling dan Ikatan Mas Mbak Rembang. Sinergi ini menunjukkan bagaimana ekosistem fashion lokal dapat tumbuh melalui kerja sama lintas komunitas.

Sebelum peragaan dimulai, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Kabag Ekonomi Kreatif Kabupaten Rembang Desti Muryadi didampingi Rudy Hartono selaku pemilik Rumah Merah Heritage Lasem dan Oemah Batik Lasem.