blank

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI bersama Forum Kerja Sama Perguruan Tinggi Jawa Tengah memberangkatkan 40 peserta KKN Internasional “Mangunsari Goes Abroad” Batch I periode April 2026 menuju Malaysia.

Pelepasan dilaksanakan di Universitas Dian Nuswantoro, Selasa 31 Maret 2026, sebagai langkah awal pelaksanaan program pengabdian masyarakat internasional yang mengusung misi kemanusiaan lintas negara.

Sebanyak 54 peserta terdiri dari 40 mahasiswa, 10 dosen pembimbing lapangan, serta tim LLDIKTI Wilayah VI dan panitia.

Para mahasiswa berasal dari 11 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah dan akan melaksanakan pengabdian selama 28 hari (1–28 April 2026) di 11 Sanggar Belajar di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Program ini difokuskan pada pendampingan pembelajaran, penguatan literasi, serta penanaman nilai kebangsaan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia, khususnya anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Misi Kemanusiaan

Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat Indonesia di luar negeri.

“Mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi membawa misi kemanusiaan—memberikan harapan, menguatkan semangat belajar, serta memastikan anak-anak Indonesia di luar negeri tetap mendapatkan pendampingan pendidikan,” ujarnya.

Ketua Panitia Program KKN Internasional, Dr. Nur Hidayat, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan pendidikan anak PMI.

“Kita memahami bahwa pekerja migran memberikan kontribusi besar bagi negara, namun masih terdapat tantangan pada pemenuhan hak pendidikan anak-anak mereka. Program ini menjadi bentuk kehadiran perguruan tinggi untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan pilot project yang akan dilaksanakan dalam tiga batch sepanjang tahun 2026, dengan peluang pengembangan ke wilayah lain di Malaysia.

Salah satu peserta, Najwa dari Universitas Kusuma Husada Surakarta, mengaku antusias mengikuti program ini.

“Kami ingin berbagi ilmu sekaligus memberikan semangat belajar bagi adik-adik di Sanggar Belajar. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk berkontribusi langsung sebagai mahasiswa,” ungkapnya.

Setibanya di Malaysia, peserta akan mengikuti audiensi di Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur sebelum ditempatkan di lokasi pengabdian.

Selain itu, perwakilan perguruan tinggi juga dijadwalkan menjalin kerja sama internasional dengan Multimedia University Malaysia.

Melalui program ini, LLDIKTI Wilayah VI menegaskan peran strategis perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan kemanusiaan di tingkat global.

Hery Priyono