BLORA (SUARABARU.ID) — Untuk yang kedua kalinya, Bupati Blora bersama Wakil Bupati Blora meninjau langsung kondisi pengecoran swadaya jalan rusak di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Jawa Tengah, warga memperbaiki jalan yang sudah lama rusak.
Ini kronologis kedatangan Bupati Blora, Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, hingga datang lagi dan apa yang akan dilakukan kedepan, saat kunjungi Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, memberikan apresiasi dan menyerahkan bantuan berupa semen 300 sak, dan memerintahkan OPD untuk membantu grosok. Rabu 25 Maret 2026.
”Saya itu datang ke Nglebak, karena warganya tengah berswadaya membangun jalan, tidak semata mata untuk ngonten. Melainkan saya memberi apresiasi dan juga menyerahkan bantuan. Saya bantu semen 300 sak, perintahkan OPD untuk membantu grosok. Sama sekali tidak ingin membuat konten,” ucap Bupati Blora.
Pada kesempatan itu, Bupati Blora menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat oleh karena masih adanya sejumlah ruas jalan yang belum tertangani. Ia mengakui bahwa persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
“Dengan wilayah yang terdiri dari 16 kecamatan dan 295 desa/kelurahan, kebutuhan peningkatan infrastruktur masih sangat besar,” ujar Bupati Blora.
Gotong Royong Swadaya
Bupati Blora menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blora, agar model gotong royong swadaya masyarakat yang dilakukan warga Nglebak ini dapat dijadikan percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Blora.
“Kita upayakan perbaikan jalan tersebut pada tahun 2027. Namun demikian, kita berusaha mengakomodasi pembangunan lebih cepat melalui anggaran perubahan 2026 apabila memungkinkan,” tandas Bupati Blora.
Sementara itu, Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, menjelaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan secara mandiri melalui sistem urunan. Warga bahu-membahu menyumbangkan berbagai kebutuhan, mulai dari material seperti semen dan pasir, bantuan dana, tenaga kerja, hingga penyediaan konsumsi bagi para pekerja.
“Proses pengerjaan dilakukan setiap hari secara bergantian, dari sore hingga malam hari,” jelas Eko Puryono.
Lebih lanjut, Kades Nglebak menjelaskan bahwa gerakan gotong royong ini bermula dari rapat RT di Dusun Kalikangkung yang menyepakati pembangunan jalan secara swadaya. Seluruh bantuan, baik material, tenaga, maupun dana, dikoordinasikan oleh perangkat desa dan dicatat secara transparan melalui papan pengumuman.
“Untuk konsumsi warga yang bergotong royong, dipenuhi oleh ibu-ibu dengan anggaran yang juga berasal dari swadaya masyarakat,” ujar Eko Puryono.
Kudnadi Saputro













