blank
Anjing pelacak dari Unit K9 yang dihadirkan untuk membantu proses sterilisasi pascaledakan petasan di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Foto: dok Polres Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Unit K9 dari Sat Samapta Polres Grobogan diterjunkan untuk melakukan sterilisasi pasca ledakan petasan di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/3/2026) malam.

Langkah cepat Polres Grobogan bersama Sat Samapta melalui Unit K9 ini dilakukan untuk menyisir lokasi ledakan petasan di Ngraji guna memastikan tidak ada lagi material berbahaya yang tersisa.

Petugas langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) tak lama setelah insiden terjadi. Penyisiran dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari prosedur pengamanan standar pasca ledakan.

BACA JUGA : OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid dan Tumbuh Positif

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kasat Samapta Polres Grobogan AKP Candra Bayu menegaskan pentingnya langkah tersebut.

“Kami menurunkan Unit K-9 untuk melakukan sterilisasi di lokasi guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih tertinggal,” ujar AKP Candra Bayu, Rabu (25/3/2026).

Petugas menyisir setiap sudut bangunan rumah kosong yang menjadi titik ledakan. Area dapur, ruang tengah, hingga pekarangan tak luput dari pemeriksaan detail.

Unit K9 berperan penting dalam mendeteksi bahan berbahaya yang tidak terlihat secara kasat mata. Kemampuan anjing pelacak membantu mempercepat proses identifikasi potensi ancaman.

Selain penyisiran, aparat juga mengamankan area sekitar lokasi kejadian. Petugas melarang warga mendekat selama proses sterilisasi berlangsung. Langkah tersebut diambil untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Kasat Samapta AKP Candra Bayu menjelaskan bahwa ledakan diduga berasal dari petasan rakitan.

BACA JUGA : H+3 Lebaran, Trafik Penumpang Bandara Ahmad Yani Melesat Naik 61%

“Kami tidak ingin ada kejadian susulan. Oleh karena itu, sterilisasi harus dilakukan secara maksimal,” tegasnya.

Selama proses berlangsung, petugas menemukan sejumlah serpihan yang diduga sisa bahan petasan. Material seperti kertas dan kawat langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi memastikan seluruh area telah diperiksa secara teliti. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan warga sekitar.

Kehadiran Unit K9 di lokasi sempat menarik perhatian masyarakat setempat. Namun, petugas terus mengimbau warga agar tetap menjaga jarak.

Luka-Luka

Insiden tersebut menyebabkan dua remaja mengalami luka akibat ledakan. Keduanya masing-masing berinisial MRN (15) dan MNA (12) dan telah mendapatkan perawatan medis.

BACA JUGA : DLH Kota Semarang Bersihkan Tumpahan Sampah dan Minta Maaf

Adanya insiden ini, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain dengan bahan peledak.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain dengan bahan peledak atau petasan rakitan, karena risikonya sangat besar,” imbuhnya.

Dengan diterjunkannya Unit K9 oleh Sat Samapta Polres Grobogan, proses sterilisasi lokasi ledakan petasan di Ngraji kini dinyatakan tuntas dan aman.

TYA WIDYA