blank
Ilustrasi penyakit campak yang lebih banyak diderita oleh anak-anak. Foto: Tya Widya/ilustrasi.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Dinas Kesehatan Grobogan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit selama momentum Idulfitri, khususnya waspada campak yang berisiko menyebar di tengah aktivitas silaturahmi.

Dinas Kesehatan Grobogan menilai tradisi berkumpul bersama keluarga besar di momen Lebaran dapat meningkatkan risiko penularan penyakit, sehingga masyarakat diminta tetap waspada campak dengan menjaga kesehatan, terutama pada anak-anak dan balita.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah kasus yang mengarah pada dugaan campak dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA : Arus Balik Lebaran 2026: Jalan Mulus, Fasilitas Prima, Pemudik Puji Infrastruktur Jateng

Petugas kesehatan segera mengambil sampel dari pasien yang menunjukkan gejala dan mengirimkannya ke laboratorium di Yogyakarta guna memastikan diagnosis secara akurat.

“Momentum Lebaran ini mobilitas masyarakat sangat tinggi. Kami mengimbau orang tua untuk lebih waspada, terutama menjaga anak-anak dari kontak berlebihan dengan orang yang belum diketahui kondisi kesehatannya,” ujar dr Djatmiko.

Ia menekankan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama Idulfitri menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi bersama.

Menurutnya, interaksi intensif antaranggota keluarga maupun kerabat yang datang dari berbagai daerah dapat mempercepat penyebaran penyakit menular.

Dinas Kesehatan juga terus memantau perkembangan kasus yang muncul di lapangan sebagai bagian dari langkah antisipasi.

Selain itu, tenaga kesehatan di berbagai fasilitas layanan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala yang mengarah pada campak.

dr Djatmiko menjelaskan bahwa penyakit campak memiliki gejala yang cukup khas dan mudah dikenali.

Gejala awal biasanya ditandai dengan demam yang disertai mata merah. Setelah itu, muncul ruam pada kulit yang dikenal sebagai rash.

Pihaknya menjelaskan bahwa ruam tersebut umumnya bermula dari area wajah sebelum akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

“Kalau anak mulai demam, matanya merah, kemudian muncul ruam dari wajah menyebar ke badan, itu perlu diwaspadai. Jangan menunggu parah, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

blank
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko MAP. Foto: dok Tya Widya.

Ia meminta orang tua untuk tidak menunda pemeriksaan jika menemukan gejala tersebut pada anak. Langkah cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh anak selama masa libur Lebaran. Orang tua diimbau memastikan asupan gizi anak tetap terpenuhi dengan baik.

Selain itu, pemberian imunisasi lengkap menjadi salah satu langkah perlindungan utama terhadap campak.

“Imunisasi itu penting sebagai perlindungan utama. Selain itu, biasakan cuci tangan, hindari kontak dengan orang yang sedang sakit, dan batasi interaksi berlebihan pada anak, terutama balita,” tambahnya.

BACA JUGA : Puisi tentang Bukit Tanarara

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga perlu terus dilakukan dalam keseharian. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dapat membantu menekan risiko penularan penyakit.

Dinas Kesehatan berharap masyarakat tetap bijak dalam menjalankan tradisi silaturahmi. Dengan menjaga kesehatan, masyarakat dapat tetap merayakan Idulfitri dengan nyaman dan aman.

Dinas Kesehatan Grobogan kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada campak di tengah suasana Lebaran yang penuh kebersamaan.

Dinas Kesehatan Grobogan berharap kesadaran kolektif untuk waspada campak dapat mencegah lonjakan kasus penyakit menular, sehingga masyarakat dapat menikmati momen Idulfitri dengan kondisi sehat dan terlindungi.

Tya Widya