blank
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno didampingi Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto (ketiga dan kedua dari kiri) hadir dalam acara halalbihalal Keluarga Besar PKMJ, yang ditandai dengan ritual pemotongan tumpeng kenduri perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M).(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Keluarga besar kaum boro (perantau) yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Manyaran di Jakarta (PKMJ), Minggu siang (22/3/26), mengadakan acara halalbihalal. Acara ini, dimeriahkan dengan hiburan musik Campursari, dan malam harinya dilanjut pagelaran wayang kulit.

Kegiatan halalbihalal Keluarga Besar PKMJ ini, digelar di Balai Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Camat Toto Tri Mulyarto bersama jajaran Forkopimcam Manyaran, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mulyadi, dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, serta para tokoh masyarakat dan para tokoh agama setempat.

Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, Polres Wonogiri melalui Polsek Manyaran, menerjunkan personel pengamanan sejak pagi hari. Pengamanan dilakukan mulai dari pengaturan arus kedatangan tamu, sterilisasi lokasi kegiatan, hingga pengawasan selama rangkaian acara berlangsung.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, Kapolsek Manyaran AKP Parji tampil memimpin langsung pengamanan kegiatan tersebut. Pengamanan dilakukan dengan melibatkan prajurit TNI dari Koramil Manyaran bersama aparat terkait.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan-sambutan serta tausyiah makna halalbihalal. Juga dilakukan pemotongan tumpeng dan penyaluran santunan kepada anak yatim, serta pemberian bantuan kepada warga kurang mampu. Kemudian pada malam harinya, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Amerto Binangun.

Budaya

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini, dimaksudkan pula sebagai upaya nguri-uri (melestarikan) budaya adi luhung peninggalan nenek moyang. Terlebih lagi, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dikenal memiliki wisata budaya Kampoeng Wayang. Ini terkait dengan banyaknya warga yang menekuni kerajinan tata sungging wayang, sebagaimana yang dilakukan penduduk di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dalam sambutannya, menyatakan, halalbihalal PKMJ merupakan momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi sesama kaum boro. Juga dalam upaya mempererat hubungan dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menambahkan, polisi hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan halalbihalal PKMJ berjalan aman dan tertib. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas.

Disebutkan, kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak peserta, terlebih dalam momentum Hari Libur Lebaran, memerlukan pengamanan terpadu agar situasinya tetap kondusif. “Dengan sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat, seluruh kegiatan dapat berjalan lancar,” tandas AKP Anom Prabowo.

Untuk diketahui, kegiatan halalbihalal Keluarga Besar PKMJ merupakan agenda rutin tahunan, yang dilaksanakan setiap datang Lebaran Idul Fitri. Waktunya bersamaan saat para perantau pulang mudik ke kampung halamannya.(Bambang Pur)