WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Objek wisata bahari di Pantai Selatan Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2), dibanjiri para pelancong yang merayakan Lebaran Idul Fitri 1447 H (2026 M). Mereka datang untuk melakukan rekreasi laut di pesisir samudera selatan.
Setidak-tidaknya ada empat lokasi pesisir pantai selatan Paranggupito yang jadi destinasi wisata di Kabupaten Wonogiri tersebut. Terdiri atas Pantai Nampu, Pantai Sembukan, Pantai Klotok dan Pantai Karangpayung. Pantai Nampu berada di Desa Gunturharjo, dikenal memiliki hamparan pantai berpasir putih yang landai. Lokasinya berbatasan dengan tapal batas wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Berikut Pantai Sembukan, dikenal sebagai gerbang gaib Ratu Kidul saat akan berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta. Setiap dari Bulan Sura, di Pantai Sembukan, selalu digelar acara ritual labuhan laut. Kemudian Pantai Klotok, yang berada di sebelah barat Pantai Sembukan, dikenal sebagai lokasi yang pernah dirintis untuk pembangunan pelabuhan. Tapi pembagunannya tidak berlanjut, meskipun sejumlah fasilitas bangunan gedungnya telah dibangun.
Pantai Karang Payung, dikenal sebagai pesisir samudera selatan dengan suasana tenang. Pantai ini, menawarkan pemandangan alami yang asri, air lautnya jernih dan menjadi lokasi spot foto instagramable. Karena memiliki latar belakang (back ground) dinding tebing batuan karang yang menjulang tinggi dengan beragam bentukan unik alami, seperti bentuk payung. Lokasi ini, cocok untuk healing dan camping. Bagi masyarakat pecinta objek pesisir laut, Pantai Karang Payung di Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dikenal sebagai surga keindahan alam yang tersembunyi.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, untuk pengamanan bagi para pelancong yang melakukan rekrasi ke objek wisata bahari pantai selatan, ditangani oleh Polsek Paranggupito. Ini menjadi prioritas, karena masuk dalam agenda kegiatan Operasi Candi Ketupat 2026.
Teknis pengamanan dilakukan intensif bersama para prajurit TNI dari Koramil Paranggupito dan para pihak terkait. Termasuk melibatkan relawan siaga bencana dan personel dari Search And Rescue (SAR) Wonogiri dan petugas kesehatan dari personel medis Puskesmas setempat.
Jumlah
Berdasarkan data kedatangan pelancong, Minggu (22/3/26), jumlah pengunjung di Pantai Nampu dan Karangpayung tercatat sebanyak 210 orang. Mereka datang dengan kendaraan roda empat sebanyak 17 unit dan roda dua 42 unit. Sementara itu, di Pantai Sembukan dan Klotok, jumlah pengunjung mencapai 948 orang, dengan jumlah 163 kendaraan roda empat dan 288 kendaraan roda dua.
Kapolsek Paranggupito, AKP Sutrisyanto, menyatakan, pengamanan difokuskan pada upaya pencegahan kecelakaan laut dan gangguan Kamtibmas. Hal ini menjadi pertimbangan utama, mengingat gelombang tinggi ombak pantai selatan, yang dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan laut di wilayah pesisir.
Bersamaan dengan tugas pengamanan, personel kepolisian bersama para petugas dari pihak terkait, secara aktif memberikan imbauan kepada pengunjung. Yakni agar berhati-hati saat bermain di pesisir laut, serta selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, petugas juga melakukan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan, guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Tujuannya, agar situasinya tetap aman, terjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Petugas mengedepankan langkah preventif dan edukatif, khususnya di kawasan wisata pantai yang memiliki tingkat kerawanan dengan resiko tinggi terhadap kecelakaan yang dipicu oleh tingginya gelombang laut.
Kepada masyarakat, diimbau untuk bersikap hati-hati, tidak boleh semborno, dan senantiasa mengedepankan aspek safety dalam berwisata. “Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk tidak lengah, mengikuti arahan petugas, serta menghindari aktivitas yang dapat berisiko di laut,” tandas AKP Anom Prabowo. Harapannya, wisata Lebaran di pantai selatan berlangsung aman, nyaman dan kondusif.(Bambang Pur)













