shalat idulfitri
Ratusan umat Islam di Kota Magelang melaksanakan Shalat Idulfitri di Taman A Yani Badaan , Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Jumat ( 20/3/2026). Foto: W. Cahyono

MAGELANG, ( SUARABARU.ID)-Sebagian umat Islam di Kota Magelang merayakan dan melaksanakan shalat Idulfitri, Jumat ( 20/3/2026). Sementara pemerinta menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu ( 21/3/2026). Untuk di Kota Magelang yang menggelar shalat Idulfitri pada Jumat (20/3) berlangsung di 24 tempat yang tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Magelang. Salat satunya berlangsung di Taman A  Yani Badaan, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara dengan khatib dan imam Widodo.

Dalam khotbahnnya, Widodo mengatakan,  keberhasilan Ramadan  tidak diukur dari mewahnya hidangan makanan yang tersedia di meja dan tidak  indahnya pakaian yang dipakai saat lebaran. Melainkan,keberhasilan tersebut terletak saat Ramadan telah usai, dengan terus mendaras ayat-ayat suci  Al –Qurán serta berbuat amal soleh.

Menurutnya, shalat Idulfitri merupakan muara   dari perjalanan selama 30 hari berpuasa. Dan, di hari yang suci tersebut saat manuia menumpahkan rasa syukur yang tiak terhingga, atas nikmat yang tidak dapat dihitung satu per satu.

“ Hari ini, adalah muara dari perjalanan panjang  setelah satu bulan  penuh perjuangan.Inilah, saatnnya menumpahkan rasa syukur yang tidak terhingga atas segala nikmat yangf tidak mampu kita hitung satu per satu,”kata Widodo.

.Ia menambahkan, ada dua kebahagiaan yang dijanjikan Allah Subhanahu wa ta’ala   untuk umat-Nya yang  menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Yakni, kebahagiaan saat waktunya berbuka puasa dan saat gema takbir  membahana saar Idulfitri tiba. Selain itu, kebahagiaan yang sesungguhnya, yakni saat kelak kita  berdiri di hadapan Rabbul Alamin ( Tuhan semesta alam) di surga kelak.

“Teringat janji Allahg bagi orang-orang yang berpuasa, ada dua kebahagiaan besar yang telah disiapkan bagi kita. Yakni, kebahagiaan saat berbuka puasa dan gema takbir bergema, selain itu saat kita masuk surga kelak,”katanya,

Pada kesempatan tersebut, Widodo mengajak umat Islam untuk merefleksikan diri bahwa Ramadan telah berlalu  bersama dengan keberkahannya. Tetapi, limpahan berkat dari Allah Subhanahu wa ta’ala    tidak terbatas waktunya.

“ Barang siapa yang beribadah, karena Ramadan, maka Ramadan akan pergi,  Barang siapa beribadah karena Allah, maka anugerah-Nya  tidak akan berakhir,”ujarnya. W. Cahyono