SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Dr Ir Sujarwanto Dwiatmoko MSi mengatakan, bersama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pihaknya sudah bergerak dengan menyiapkan dokumen pendukung pendaftaran pencalonan sebagai tuan rumah PON XXIII/2032.
Namun kendalanya, saat ini memasuki libur panjang Lebaran hingga 24 Maret 2026, sehingga pengurusan dokumen tertunda. Padahal, batas akhir pendaftaran dan pengumpulan dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah PON ditetapkan pada 1 April 2026.
Semula pendaftaran direncanakan ditutup pada 1 Mei. Namun kemudian dipercepat menjadi 1 April 2026. Hal itu kemudian menjadi kendala, karena waktu yang singkat ini terpotong dengan adanya libur panjang Lebaran.
”Dokumen persyaratan bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032 baru bisa digarap setelah Lebaran,” ujar Sujarwanto, saat melakukan pertemuan dan pemantapan antar-kedua institusi olahraga itu, di Rumah Makan Selasih, Semarang, Senin (16/3/2026).
Dalam pertemuan kedua antara KONI Jateng dan DIY ini, mereka telah mengajukan permohonan kepada KONI Pusat, agar memperpanjang waktu pendaftaran. Kalau bisa kembali ke jadwal semula, 1 Mei 2026, atau kalau tidak dua pekan setelah 1 April 2026.
”Hal itu kami mohonkan pada KONI Pusat, untuk lebih memantapkan persiapan pendaftaran pencalonan tuan rumah PON XXIII/2032. Kami juga merencanakan akan menggelar pertemuan antara Gubernur Jateng dan DIY, dalam waktu dekat,” terangnya.
BACA JUGA: Jelang Mudik Lebaran, Jalan Lingkar Selatan Kertek Wonosobo Resmi Dibuka
Sementara itu, KONI DIY yang dipimpin Sekretaris Umum, KMT A Tirtodiprojo menyatakan, pertemuan kali ini sudah mengerucut ke hal-hal detail, tentang persiapan pendaftarannya. Di antaranya, ketersediaan venue, sarana dan prasarana, akomodasi, serta sumber daya manusia.
”Persiapan sudah mengerucut ke hal-hal detail, bagaimana KONI Jateng dan DIY mempersiapkan pengajuan sebagai tuan rumah PON XXIII/2032. Semoga upaya kita mendapat dukungan penuh dari para peminpin daerah, DPRD, dan seluruh masyarakat, sehingga bisa sukses,” ujar Tirtodiprojo.
Lebih lanjut disampaikan juga, keunggulan kedua daerah ini sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari ketersediaan venue pertandingan, akses jalan yang berdekatan antarvenue, akomodiasi, hingga sumber daya manusia.
BACA JUGA: Hilangkan Atraksi Gajah, Semarang Zoo Targetkan 60 Ribu Pengunjung pada Libur Lebaran 2026
Selain itu, Jateng dan DIY dinilai memiliki kesamaan kultur dan kedekatan geografis, yang memudahkan koordinasi dalam penyelenggaraan event berskala Nasional. Berbagai destinasi wisata yang ada di kedua daerah ini, menjadi nilai tambah yang dapat mendukung konsep sport tourism.
”Di Yogyakarta saja sudah tersedia sekitar 20 ribu kamar, mulai dari hotel bintang lima hingga tiga. Apalagi jika ditambah yang ada di Semarang dan Surakarta. Jadi saya kira, kita punya potensi yang besar untuk menjadi tuan rumah PON mendatang,” harap Tirtodiprojo.
Riyan













