KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Operasi Ketupat Candi dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 H akan berlangsung 13 sampai 25 Maret 2026. Kapolresta Magelang Kombes Herbin Sianipar mengatakan hal itu di sela apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 di depan Stadion Amarta Kabupaten Magelang, Kamis (12/3/26).
Dijelaskan, petugas yang diterjunkan dalam operasi tersebut sebanyak 675 personel. Masih dibantu dari TNI, kemudian dari Satpol PP, dan juga dari BNPB dan Basarnas. “Jadi kita all out dalam pelaksanaan Operasi Ketupat karena juga harus selalu siaga terkait dengan bencana hidrometeorologi,” katanya.
Titik-titik macet di Kabupaten Magelang ada beberapa lokasi yang cukup krusial dan didirikan pos untuk mengurai itu. Yakni ada di Simpang Artos maupun di Payaman. Walau di tempat lain ada juga titik kemacetan, tetapi yang dikonsentrasikan adalah di Payaman dan Artos.
Saat ditanya terkait Kabupaten Magelang yang merupakan daerah tujuan wisata, menurut Kapolresta, pihaknya menempatkan pos pelayanan di Borobudur dan di Ketep Pass. Selain itu ada beberapa pos pantau di objek wisata lainnya.
Sementara itu, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi, dia mengimbau kepada masyarakat yang akan menuju ke Magelang untuk selalu waspada. Selain itu perlu memonitor perkembangan situasi. “Karena beberapa titik di daerah Magelang rawan longsor, sehingga perlu memantau situasi melalui media sosial yang ada,” pintanya.
Pada bagian lain dia menjelaskan, minuman keras (Miras) yang dimusnahkan hari ini sekitar 4.275 botol berbagai merk dan 15 jeriken jenis Ciu. “Ini hasil operasi beberapa waktu terakhir khususnya menjelang bulan suci Ramadan sampai memasuki Operasi Ketupat Candi pada hari ini,” jelasnya.

Bupati Grengseng Pamuji yang hadir dalam acara itu mengatakan, pihaknya mendukung operasi tersebut. Pemkab menyiapkan Satpol PP, serta Dinas Perhubungan.
Terkait daerah itu sebagai tujuan wisata, Bupati menyatakan sudah siap menerima wisatawan. Dia berharap, tradisi mudik menjadi salah satu even wisata di daerah itu. Hingga bisa ada multiplier effect dari liburan di bidang wisata Kabupaten Magelang. “Semoga bisa memberikan satu dorongan agar naik okupansi hotelnya, perputaran uang di bidang wisata juga akan naik,” harapnya.
Di sisi lain dia mengimbau warga yang berlebaran di wilayah Kabupaten Magelang untuk berhati-hati dan antisipasi kondisi cuaca di daerah itu. Karena untuk wilayah di lereng-lereng gunung memiliki potensi longsor dan banjir lahan dingin.
Dia menambahkan, pihaknya tengah memetakan untuk memasang rambu bahaya di daerah rawan longsor.
Dandim Magelang, Letkol Afrizal, menambahkan, pihak TNI sudah melaksanakan siaga untuk persiapan Lebaran. Melakukan kolaborasi antara TNI, Polri, beserta Forkopimda setempat. Untuk pengamanan sudah menentukan titik-titik lokasi seperti di Secang dan Artos.
“Kurang lebih 350 personel yang tersebar di semua Koramil. Masing-masing Koramil kami menyiagakan satu regu setiap harinya. Di Kodim sendiri ada satu SST dan satu regu untuk penanggulangan apabila terjadi kurang kondusifitas nya wilayah. Termasuk tadi disampaikan oleh Bupati, kita waspada juga penanggulangan bencana alam karena curah hujan yang cukup tinggi saat ini,” jelasnya.
Eko Priyono













