blank
Ilustrasi: Vidi Aldiano dan Keenan Nasution. Foto: reka SB.ID

LAGU Nuansa Bening mungkin cukup dikenal oleh generasi milenial yang lahir sebelum tahun 2000. Ya, lagi ini dinyanyikan oleh Vidi Aldiano, dan cukup dikenal di blantika musik Indonesia.

Ketika ada seorang bapak generasi baby boomers yang lahir tahun 60-an turut mendendangkan lagu yang dinyanyikan Vidi Aldiano ini, anaknya kaget dan bertanya, “Kok Bapak bisa nyanyi lagu ini?”

Si Bapak pun menceritakan, bahwa itu bukan lagu baru, tetapi lagu yang dirilis tahun 1978 dinyanyikan oleh penciptanya sendiri Radhakrisnan Nasution atau yang dikenal sebagai Keenan Nasution. Si anak milenial ini pun manggut-manggut, baru tahu kalau lagu Nuansa Bening itu lagu lama, lagu zaman bapaknya masih remaja.

Sabtu, 7 Maret 2026 lalu, kabar duka datang. Vidi Aldiano, yang memopulerkan Kembali lagu lama pada kaum milenial itu meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB. Viddy meninggal setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal.

Kepergian Vidi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi sang istri tercinta, keluarga, sahabat, rekan sesama musisi, serta jutaan penggemarnya di seluruh Indonesia. Pihak keluarga mengatakan, Vidi mengembuskan napas terakhirnya dalam keadaan tenang dengan didampingi orang tua, istri, dan keluarga terdekat.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan Jakarta Selatan untuk disemayamkan sebelum dimakamkan pada keesokan harinya.

Melawan Kanker Ginjal

Selama beberapa tahun terakhir, penyanyi berusia 35 tahun itu diketahui tengah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang pertama kali ia ungkapkan kepada publik pada 2019.

Meski sempat menjalani berbagai pengobatan, terapi, serta perawatan intensif, kondisi kesehatannya dalam beberapa bulan terakhir dilaporkan kembali menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Vidi memulai kariernya di industri musik pada 2008 dengan merilis album Pelangi di Malam Hari. Lagu Nuansa Bening dan Status Palsu dari album tersebut laris di pasaran dan membawanya dikenal publik secara luas.

Ia menerima penghargaan pertamanya sebagai Penyanyi Pria Terfavorit dari MTV Indonesia Awards 2009.  Berkat album studio ketiganya, Persona (2016), Vidi mendapatkan sertifikasi Triple Platinum setelah lima bulan penjualan album fisik mencapai 250.000 keping.

Vidi Aldiano dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang memiliki karakter suara khas dan karya yang dekat dengan generasi muda. Namanya mulai dikenal luas sejak akhir 2000-an melalui sejumlah lagu populer seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, dan “Cinta Jangan Kau Pergi.” Lagu-lagu tersebut tidak hanya sukses di tangga musik, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan banyak pendengar di Indonesia.

Tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, Vidi juga aktif sebagai pembawa acara, kreator konten, dan pengusaha. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, ia kerap membagikan cerita tentang kehidupan, rasa syukur, serta semangat untuk tetap menjalani hari dengan penuh optimisme.

Sikap positif inilah yang membuat banyak orang mengagumi sosoknya, bukan hanya sebagai musisi tetapi juga sebagai pribadi yang inspiratif. Maka kabar meninggalnya Vidi Aldiano langsung menyita perhatian publik. Media sosial dipenuhi ucapan belasungkawa dari rekan sesama artis, tokoh publik, serta para penggemarnya. Banyak yang mengenang Vidi sebagai pribadi yang ceria, supportive, ramah, rendah hati, dan selalu membawa energi positif ke mana pun ia pergi.

Sejumlah artis terlihat datang melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya adalah Raisa, Afgan, Isyana Sarasvati, Tulus, hingga Rossa dan masih banyak artis lainnya. Kehadiran para musisi dan para artis tersebut menunjukkan kedekatan Vidi dengan banyak pelaku industri musik Tanah Air.

Beberapa di antara mereka juga menyampaikan rasa kehilangan melalui unggahan di media sosial. Raisa, misalnya, menuliskan pesan menyentuh di akun Instagramnya.
“Terima kasih untuk semua tawa, persahabatan, dan kebaikanmu selama ini. Kamu akan selalu dirindukan,” tulisnya.

Sementara itu, Afgan juga mengunggah foto kenangan bersama Vidi dengan keterangan singkat namun penuh makna.  “I lost a brother today. Rest well, Vid,” tulisnya.

Penyanyi Isyana Sarasvati turut menyampaikan rasa duka melalui media sosial dengan mengenang semangat Vidi selama menjalani hidup. Ia menuliskan bahwa Vidi adalah sosok yang selalu menyebarkan energi positif kepada banyak orang.

Di tengah kabar duka tersebut, para penggemar Vidi juga menyampaikan rasa kehilangan mereka. Rina (27), seorang penggemar dari Jakarta, mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut. Menurutnya, lagu-lagu Vidi telah menemani masa remajanya sejak sekolah.
“Saya tumbuh dengan lagu-lagu Vidi sejak SMP. Lagu Nuansa Bening selalu mengingatkan saya pada masa sekolah. Rasanya seperti kehilangan teman lama,” ujarnya.

Kepergian Vidi Aldiano menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia. Meski sosoknya telah tiada, karya dan pesan positif yang ia tinggalkan diyakini akan terus hidup di hati para pendengarnya. Bagi banyak orang, Vidi bukan sekadar penyanyi, tetapi juga inspirasi tentang bagaimana menjalani hidup dengan penuh harapan, bahkan di tengah ujian yang berat.

Clarissa Martina Y Fallo