WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pasar tradisional Slogohimo di Ibukota Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, yang pernah kobong dua kali, rencananya akan segera kembali. Pembangunannya, direncanakan akan dilakukan pada Tahun 2026 ini.
Dana pembangunannya diperkirakan akan menelan anggaran Rp 17 miliar. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Wonogiri, Wahyu Widayati, menyatakan, sumber dana pembangunannya berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jateng sebesar Rp 10 miliar, dan dari dana APBD Wonogiri Rp 7 miliar.
Para pedagang minta, rancang bangun pembangunan kembali pasar Slogohimo, diharapkan tidak bertingkat. Aspirasi para pedagang ini, pernah disampaikan langsung kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, saat melakukan pertemuan dialogis di Slogohimo.
Pembangunan pasar yang tidak bertingkat, diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Berkaitan itu, telah dilakukan redesign terhadap perencanaan konstruksinya, dari semula diwacanakan tingkat dua, menjadi satu lantai. hanya saja, tata letak lokasi pasar, akan digeser agak ke dalam, sekitar 14 Meter dari as jalan, demi memberikan ruang halaman untuk tempat parkir kendaraan.
Untuk diketahui, Pasar Tradisional Slogohimo mengalami kebakaran hebat pada Tanggal 28 September 2023 sore, menghanguskan sekitar 300-400 tempat berdagang para bakul. Sumber api diduga dari korsleting listrik pada salah sebuah kios yang berada di sisi tenggara.
Api cepat berkobar meluas ke seluruh penjuru pasar. Membakar semua kios dan los beserta komoditas milik para bakul yang berada di dalamnya. Pemadam api yang dilakukan pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, terkendala jarak jangkaunya yang jauh, yakni mencapai sekitar 35 Kilometer (KM) timur Ibukota Kabupaten Wonogiri.
Musibah kebakaran pada Pasar Slogohoimo, dilaporkan terjadi lagi untuk keduakalinya. Kebakaran susulan ini, terjadi pada Tanggal 22 Januari 2025. Saat itu, kios di area pasar darurat terbakar akibat kompor. Api tidak sempat meluas, karena keburu dapat dipadamkan oleh warga.(Bambang Pur)













