blank
Dewan hakim akhirnya menyelesaikan babak penyisihan MHQ 10 Juz, dan kini menyisakan 43 peserta yang lolos semifinal. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Usai mengikuti babak penyisihan pada Sabtu (28/2/2026), dengan jumlah peserta hingga 372 orang, melalui aplikasi Zoom, kini tersisa 43 peserta Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 10 Juz Ponpes Tahfidz MAJT-Baznas Semarang, Jawa Tengah, dinyatakan lolos ke babak semifinal.

Ketua Panitia MHQ 10 Juz yang juga Direktur Ponpes Tahfidz MAJT-Baznas, Dr KH Muh Syaifudin Lc MA, bersama panitia dan dewan hakim, akhirnya memutuskan sebanyak 43 peserta lolos semifinal. Semula semifinal dijadwalkan pada Senin (2/3/2026), namun mengalami perubahan, dan ditunda dua hari berikutnya.

”Setelah mempertimbangkan beberapa hal, semifinal diputuskan berlangsung pada Rabu (4/3/2026), mulai pukul 08.00 WIB, secara daring,” kata KH Syaifuddin, dalam keterangannya di MAJT Semarang, Senin (2/3/2026).

BACA JUGA: THR tidak Cair? Masyarakat Bisa Wadul ke Posko Aduan Disnakertrans Jawa Tengah

Usai digelar babak penyisihan, Dewan Hakim langsung mengadakan rapat pleno, untuk merekap nilai dan menentukan peringkat peserta. Hasilnya, sebanyak 43 peserta dinyatakan lolos ke semifinal, dengan rincian 20 putri dan 23 putra.

Adapun babak grand final yang diikuti 10 peserta itu, dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) mendatang, dengan menghadirkan masing-masing lima finalis putra dan lima putri. Mereka akan bersaing memperebutkan juara pertama hingga harapan kedua.

”Final rencananya digelar secara langsung di MAJT. Sesi pagi berupa penilaian terbuka untuk umum. Sedangkan sore harinya para finalis akan tampil dalam program Kurma Ramadan, yang dirangkai dengan penyerahan hadiah,” jelas KH Syaifudin.

BACA JUGA: Sambangi Desa Bulus Purworejo, Kemenkum Jateng Pastikan Kehadiran Posbankum Berdampak

Sementara itu, Koordinator Hakim MHQ, Prof Dr KH Tholhatul Khoir menilai, secara umum kemampuan hafalan peserta cukup memuaskan. Mayoritas dinilai telah menguasai 10 juz dengan baik.

”Dari sisi hafalan, sebagian besar sudah kuat. Tajwid dan makharijul huruf juga rata-rata bagus, karena mereka merupakan santri tahfidz,” ungkapnya.

Meski demikian, aspek keindahan bacaan atau nagham, masih menjadi pembeda utama. Dalam salah satu breakout room yang dipimpinnya, dari 17 peserta yang terdaftar, hanya beberapa yang menonjol dalam aspek tartil dan kualitas suara.

BACA JUGA: Polemik Program MBG Memangkas Anggaran Pendidikan? DPD RI: Prioritaskan Gaji Guru Dulu!

”Ketartilan dan makhraj umumnya baik, tetapi unsur keindahan bacaan memang lebih berkaitan dengan bakat. Secara keseluruhan kualitasnya sudah bagus,” tambahnya.

Seperti diketahui, sejak masa pendaftaran jumlah peserta putri tercatat lebih banyak bila dibandingkan putra. Hal ini menunjukkan, tingginya minat santri perempuan dalam kategori 10 juz, yang tergolong tingkat menengah (intermediate), dalam dunia tahfidz.

Biasanya, santri pemula berada di kisaran lima juz, sementara kategori 30 juz termasuk tingkat lanjutan (advance), dengan jumlah peserta yang lebih terbatas.

Ajang MHQ 10 Juz ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi gambaran tumbuhnya semangat generasi muda dalam menghafal Alquran. Antusiasme ratusan peserta dari berbagai daerah itu menegaskan, tradisi tahfidz terus berkembang dan mendapat tempat yang kuat di tengah masyarakat.

Riyan