blank
Warga menyaksikan penampilan atraktit remaja Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen di Jalan Poerbonegoro, Minggu 1/3.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID)  – Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen, bukan hanya menjadi simbol pusat budaya namun juga melahirkan kreasi seni sebagai desa wisata kreatif.

Melalui gelaran Ambal Costume Carnival menjadi bagian dari rangkaian “Ngabuburit Bareng Nang Ambal” (Ngabar Ambal) 2026 ini berlangsung semarak di Jalan Poerbonegoro, Minggu (1/3) 2026.

Gelar seni budaya ini juga merupakan tindak lanjut dari keberhasilan pameran Wetan Prau (PWP) Manggon Ambal pada Desember 2025 lalu.

Pada karnaval kali ini, para pemuda Desa Ambalresmi dari berbagai usia tampil atraktik dan memukau dengan kostum bertema Sate Ambal yang ikonik hingga representasi Geopark Kebumen.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan suaminya Mohammad Yahya Fuad serta anggota DPRD Jateng Faiz Alaudien Reza Mardhika membaur bersama warga dan para penari di Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal, Mingggu 1/3.(Foto:SB/Kominfo)

Bupati Kebumen Lilis Nuryani hadir langsung  bersama sang suami Mohammad Yahya Fuad dan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alaudien Reza Mardhika pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada kreativitas para pemuda Desa Ambalresmi.

Hadir pula anggota DPRD Kebumen, Forkopimcam, hingga pengurus Karang Taruna Kabupaten Kebumen.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokdarwis Ambalresmi Ngalamul Futuwah menjelaskan, Ngabar Ambal 2026 telah dimulai sejak awal Ramadan. Kegiatan ini diproyeksikan mencapai puncaknya pada malam takbir Idul Fitri 1447 H.

“Selain panggung seni yang diisi masyarakat, sepanjang Jalan Poerbonegoro depan bekas Kadipaten Ambal juga diramaikan oleh sekitar 74 UMKM takjil. Kami berharap kegiatan ini bisa melariskan dagangan warga lokal,”terang Ngalamul.

blank
Peserta tampil pada Ambal Costume Carnival di Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen, Minggu 1/3.(Foto:SB/Kominfo)

Bupati Lilis Nuryani memuji  kolaborasi Pokdarwis, Pemerintah Desa, dan para sukarelawan. Menurutnya, Ambalresmi berhasil membuktikan bahwa desa wisata bisa tumbuh dari kekuatan dan potensi masyarakatnya sendiri.

“Ambal sangat kaya akan seni dan budaya. Melalui panggung ini, generasi muda diberi ruang untuk tampil percaya diri. Warga bisa menikmati hiburan sehat sambil menunggu berbuka Puasa, sekaligus menggerakkan ekonomi UMKM,”tutur Lilis.

Bupati pun berpesan kepada warga untuk bangga dengan sejarah besar wilayahnya. Nama Jalan Poerbonegoro diambil dari Kanjeng Raden Adipati Poerbonegoro, pemimpin besar masa kejayaan Kadipaten Ambal.

“Semangat kepemimpinan besar itu harus kita jaga. Saya berharap Ngabar Ambal terus dijaga kualitasnya dan menjadi agenda rutin tahunan yang didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen,”tandas Lilis.

Komper Wardopo