WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tim Gabungan, Sabtu (28/2/26), melakukan pencarian nelayan asal Pacitan, Jawa Timur, yang hilang di Pantai Watu Mandi, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Sampai berita ini diturunkan, Tim Gabungan belum berhasil menemukannya.
Tim Gabungan yang melakukan pencarian, terdiri atas personel Polsek Paranggupito bersama anggota Polres Wonogiri, para relawan Search And Rescue (SAR) Wonogiri, aparat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Juga melibatkan para Perangkat Desa Gudangharjo dan nelayan Paranggupito.
Mereka seharian melakukan penyisiran dari darat di sepanjang bibir pantai Watu Mandi. Bersama itu, para nelayan asal Watu Karung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, melakukan penyisiran memakai kapal di wilayah perairan laut selatan.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, Tim Gabungan yang melakukan penyisiran dari darat sepanjang bibir Pantai Watu Mandi, menemukan kapal nelayan yang hilang tersebut dalam kondisi hancur. Sehari sebelumnya, kapal itu ditemukan terdampar dalam posisi terbalik di batuan batu karang pantai, Tapi Sabtu (28/2/26), kondisi kapal tersebut hancur karena dihantam ombak besar laut selatan, dan dihempaskan berulang kali ke batu karang Pantai Watu Mandi.
Pencarian hari pertama, Sabtu (28/2/26), berlangsung sampai sore. Karena turun hujan dan matahari berangsur akan tenggelam, maka pencarian di hari pertama dihentikan, meski belum berhasil menemukan korban. Tim Gabungan, berencana akan melanjutkan lagi pencarian Minggu besok (1/3/26).
Sebagaimana pernah diberitakan, sebuah kapal daplang bernama Manis Rizky 59, asal Watu Karung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengalami kecelakaan laut dan ditemukan terdampar dengan posisi terbalik di batu karang Pantai Watu Mandi, Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah. Kapal nelayan yang terdampar tersebut, memiliki warna cat putih kombinasi biru dan merah. Panjang kapal sekitar 11 Meter (M) dan lebar 125 Centimeter (CM).
Lima Pantai
Personel Anak Buah Kapal (ABK)-nya, Jumali (50), warga Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jumali dinyatakan hilang sejak Kamis malam (26/2/26). Setelah sebelumnya, Jumali, melaut untuk mencari udang lobster. Pantai Watu Mandi, masuk dalam wilayah Dusun Dawung RT 2/RW 4, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kapolsek Paranggupito AKP Sutrisyanto, menyatakan, pencarian ABK yang hilang tersebut, melibatkan aparat dari BPBD Kabupaten Wonogiri, Tim SAR, nelayan dari Watu Karung Kabupaten Pacitan, serta masyarakat setempat dengan jumlah total sekitar 50 orang. Tim menyisir setidak-tidaknya lima titik pantai, antara lain Pantai Watu Mandi, Pantai Kalimirah, Pantai Karangpayung, Pantai Waru, hingga Pantai Nampu.
Selain penyisiran melalui darat, nelayan dari Watu Karung Pacitan, melakukan pencarian dari perairan laut. Namun hingga sore hari korban belum ditemukan. ”Sementara kondisi kapal korban yang awalnya masih utuh, kini telah hancur akibat diterjang ombak dan dihempaskan berulangkali ke batu karang pantai,” ujar AKP Sutrisyanto.
Penghentian pencarian di hari pertama, dilakukan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan waktu telah memasuki sore hari. Dalam pencarian, Tim Gabungan menghadapi kendala kondisi medan pantai yang terjal serta keterbatasan sinyal komunikasi di lokasi.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan pencarian berjalan aman dan terkoordinasi. Polres Wonogiri berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan ini, sekaligus mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca laut,” tegas Kasi Humas AKP Anom Prabowo. Polres Wonogiri berharap, cuaca Minggu besok (1/3/26) membaik, sehingga pencarian lanjutan dapat berjalan lebih optimal dan korban segera ditemukan.(Bambang Pur)













