GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Bupati Grobogan, Setyo Hadi, memimpin langsung pelantikan Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jumat (27/2/2026).
Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan dan menjadi bagian dari langkah penyegaran organisasi demi memperkuat kinerja birokrasi.
Dalam pelantikan itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi mengukuhkan dua Pejabat Tinggi Pratama serta tiga Pejabat Fungsional.
BACA JUGA : Kota Semarang Tambah Jangkauan, Sekolah Swasta Gratis Jadi 133 Sekolah
Setyo Hadi melantik Indartiningsih sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Grobogan.
Sebelumnya, Indartiningsih menjabat sebagai Kepala Dinas Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Pada kesempatan yang sama, Setyo Hadi juga melantik dr Edi Mulyanto, yang sebelumnya menjabat Dirut RSUD dr Soedjati Purwodadi, sebagai Kepala DP3AKB Grobogan.
Jabatan tersebut sebelumnya diemban oleh Indartiningsih sebelum kini dipercaya memimpin Dispendukcapil.
Pengisian jabatan Kepala Dispendukcapil menjadi perhatian tersendiri karena sebelumnya mengalami kekosongan.
Pemerintah Kabupaten Grobogan memandang posisi ini strategis, terutama dalam pelayanan administrasi kependudukan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sementara itu, dr Edi Mulyanto kini memikul tanggung jawab baru di DP3AKB. Ia diharapkan mampu melanjutkan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan keluarga berencana di Grobogan.
BACA JUGA : Anggota Samapta Polres Purworejo Dipecat Tidak dengan Hormat, Pelanggaran Kode Etik
Selain melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, Setyo Hadi juga mengukuhkan tiga pejabat fungsional. Mereka akan memperkuat kinerja perangkat daerah sesuai bidang keahlian masing-masing.
Kristyana Hary Wahyudi kini menjabat sebagai Pengawas Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perdagangan Kabupaten Grobogan.
Kemudian, Ika Nikmati Rohmah yang sebelumnya bertugas sebagai pelaksana beralih menjadi auditor ahli pertama. Perubahan jabatan ini sekaligus menegaskan penguatan fungsi pengawasan internal pemerintah daerah.
Adapun Pirmadi kini mengemban amanah sebagai Perawat Muda pada Dinas Kesehatan Grobogan. Sebelumnya, ia menjalankan tugas sebagai pengawas dan kini fokus pada pelayanan kesehatan sesuai kompetensi fungsionalnya.
Dalam sambutannya, Setyo Hadi menyampaikan bahwa pelantikan jabatan pimpinan tinggi pratama dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi kinerja terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang telah menduduki jabatan selama lima tahun.
BACA JUGA : BEC Goes to School, Hadirkan Mahasiswa Asing di English Adventure Day #2 SD Muhammadiyah Kriyan
Evaluasi tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang telah menjalani masa jabatan lima tahun dapat dikukuhkan kembali atau dimutasi ke jabatan lain berdasarkan rekomendasi hasil evaluasi.
“Kegiatan pelantikan ini dilaksanakan sesuai ketentuan yang prosesnya dimintakan izin pelaksanaan evaluasi kepada Badan Kepegawwaian Negara sampai dengan pelaporan hasil pelaksanaan yang selanjutnya mendapat rekomendasi pelantikan dari BKN,” jelas Setyo Hadi.
Setyo Hadi menambahkan, terdapat perbedaan mekanisme khusus untuk pengangkatan Kepala Dispendukcapil. Meskipun telah mengantongi rekomendasi dari BKN, prosesnya tetap memerlukan koordinasi lintas instansi.
Menurutnya, jabatan Kepala Dispendukcapil harus melalui koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah sebelum keputusan pengangkatan diterbitkan.
“Setelah dilakukan koordinasi kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah, yang selanjutnya Surat keputusan Pengangkatan diterbitkan langsung Menteri Dalam Negeri, sehingga prosesnya lebih panjang,” jelas Setyo Hadi.
Kepada para Pejabat Fungsional, Setyo Hadi menegaskan bahwa mereka memiliki peran strategis sebagai tenaga profesional. Ia menilai keberadaan pejabat fungsional sangat menentukan kualitas pelayanan publik.
BACA JUGA : Perang Sarung di Karangrayung Berujung Maut, Polres Grobogan Tetapkan Remaja 13 Tahun sebagai Tersangka
“Saya menegaskan pengangkatan jabatan ini dilaksanakan berdasarkan sistem merit. Oleh karena itu, saya berharap saudara-saudara yang dilantik hari ini dapat membuktikan kepercayaan yang diberikan dengan menunjukkan kinerja yang terbaik,” tegas Setyo Hadi.
Di akhir arahannya, ia mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjaga integritas serta meningkatkan etos kerja. Ia mendorong perubahan pola kerja menuju tata kelola yang lebih produktif dan responsif.
“Jadilah teladan bagi bawahan dan lingkungan kerja. Ingatlah bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak. Jabatan adalah sarana untuk mengabdi, bukan untuk dilayani,” pesan Setyo Hadi.
TYA WIDYA













