JEPARA (SUARABARU.ID) — Bee English Course (BEC) memperluas kontribusinya di dunia pendidikan melalui program “BEC Goes to School”, sebuah inisiatif yang membawa pembelajaran bahasa Inggris lebih dekat ke lingkungan sekolah. Program ini ditandai dengan kegiatan EduTrip: English Adventure Day #2 yang digelar di SD Muhammadiyah Kriyan, belum lama ini.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara BEC dan Office of International Service (OIS) UNISNU Jepara. Selain menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif, program ini juga menghadirkan pengalaman internasional dengan melibatkan mahasiswa asing sebagai pendamping praktik percakapan bahasa Inggris bagi siswa, sekaligus menjadi pengisi International Sharing Session.

Dalam kegiatan ini, siswa mendapat kesempatan berinteraksi langsung bersama foreign speaker dari berbagai negara, yakni M. Dulani Vashyanjana (Sri Lanka), Januario Mauno (Timor Leste), Hussain Abid (Pakistan), dan Moustofa Florida (Vietnam). Melalui sesi International Sharing Session, para mahasiswa asing berbagi pengalaman tentang negara asal, budaya, kebiasaan, serta cara berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sehingga siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memperoleh wawasan lintas budaya.
Interaksi tersebut diharapkan membantu siswa lebih percaya diri, terbiasa mendengar ragam aksen, serta terdorong menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata.

Rangkaian English Adventure Day #2 dikemas dengan konsep fun-learning dan experiential learning. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari English Fun Games, outbound, International Sharing Session bersama foreign speaker, hingga pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan kemampuan siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Peserta juga memperoleh fasilitas pendukung berupa modul dan flashcard, e-certificate, serta makan siang.
CEO Bee English Course, Aprilia Riyana Putri, M.Pd., menyampaikan bahwa BEC lahir dari kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih aplikatif dan menyenangkan di tingkat sekolah. Menurutnya, banyak siswa sebenarnya memiliki potensi, tetapi masih ragu saat harus berbicara.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin sekolah memiliki program bahasa Inggris yang lebih hidup—bukan hanya teori, tetapi banyak praktik dan pengalaman. Karena itu, kami hadirkan aktivitas yang seru, terarah, dan tetap terukur hasilnya,” kata Aprilia Riyana Putri, M.Pd.
Aprilia menambahkan, keterlibatan mahasiswa asing menjadi nilai tambah penting dalam kegiatan ini, terutama karena siswa mendapatkan pengalaman langsung melalui International Sharing Session.

“Kehadiran mahasiswa asing membuat siswa punya pengalaman nyata berkomunikasi. Anak-anak bisa latihan langsung, belajar mendengar aksen yang berbeda, sekaligus mengenal budaya lain lewat International Sharing Session. Ini biasanya sangat efektif membangun confidence,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Kriyan, Muntiasih, S.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai model pembelajaran yang melibatkan permainan edukatif, kegiatan luar ruang, dan interaksi langsung akan membuat siswa lebih mudah menyerap materi.

“Anak-anak pada dasarnya senang belajar ketika suasananya menyenangkan. Dengan kegiatan seperti ini, siswa tidak merasa tertekan. Mereka belajar sambil bermain, tetapi tetap mendapatkan target pembelajaran yang jelas,” ujar Muntiasih, S.Pd.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memantik semangat siswa untuk berani mencoba berbicara bahasa Inggris dalam keseharian. “Yang paling penting adalah keberanian. Kami berharap setelah kegiatan ini, anak-anak lebih percaya diri dan tidak takut salah saat berbicara,” tambahnya.
Kolaborasi BEC dan OIS UNISNU Jepara dalam kegiatan ini juga dinilai membuka peluang pembelajaran yang lebih luas, terutama dalam menghadirkan suasana kelas yang berwawasan global. Melalui pendekatan berbasis pengalaman—termasuk International Sharing Session—sekolah dan lembaga kursus dapat berjalan bersama untuk meningkatkan kualitas keterampilan komunikasi siswa sejak dini.
Di akhir, BEC menyampaikan harapan agar program ini tidak berhenti di satu sekolah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa diperluas ke sekolah-sekolah lain dengan format yang menyesuaikan kebutuhan masing-masing, baik melalui English Adventure Day, International Sharing Session, kelas tematik, maupun program pendampingan rutin.
“Harapannya, program ini bisa berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah. Kami ingin semakin banyak siswa merasakan pengalaman belajar bahasa Inggris yang menyenangkan, berani praktik, dan punya wawasan global,” pungkas Aprilia Riyana Putri, M.Pd.
Hadepe – Uswaa













