BANYAK di antara kita yang beranggapan bahwa daerah Nusa Tenggara Timur itu kering dan tandus. Boleh jadi itu benar. Ya, karena curah hujan di wilayah ini jauh lebih rendah dan memiliki musim kemarau lebih panjang (sekitar 7-8 bulan) dibandingkan sebagian besar wilayah Indonesia lain yang lebih basah.
NTT beriklim tropis kering, dengan curah hujan minim karena pengaruh angin muson timur dari Australia. Musim hujan seringkali mundur dan curah hujannya di bawah normal, terutama saat fenomena El Nino.
Tetapi jangan sama sekali berpikir bahwa NTT tidak punya sungai. Di Flores saja ada banyak sekali air terjun, dan semuanya indah airnya sejuk bening. Juga di Pulau Sumba, air terjun yang eksotis banyak ditemukan di pulau ini.
Salah satu air terjun di Sumba adalah Air Terjun Tanggedu yang berada di Desa Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Air terjun ini sangat dikenal, bahkan banyak yang merekomendasikan untuk datang ke sini.
Air Terjun Tanggedu ini sering dijuluki sebagai Grand Canyon dari Pulau Sumba, karena memiliki tebing di sekitarnya yang membentuk relief indah seperti Grand Canyon di Lembah Arizona, Amerika Serikat.
Memang, air terjun Tanggedu tidak terlalu tinggi dibandingkan air terjun lainnya yang berlokasi di Pulau Sumba, hanya sekitar 8 meter tetapi alirannya cukup deras. Yang menarik, airnya yang berwarna biru jernih mengundang kita untuk menikmati dan berfoto-ria di sana.
Jadi sekali lagi salah, meski dikenal sebagai wilayah yang kering, NTT punya banyak sungai yang eksotik. Maka tak salah pula, bila ada yang menyebut Tanggedu ibarat oase di perbukitan savana yang gersang, terutama saat kemarau.
Keunikan Tebing Batu
Air Terjun Tanggedu terkenal karena bentuk tebing batunya yang unik dan aliran airnya yang jernih. Air mengalir di antara dinding batu yang tinggi dan berlapis-lapis. Kondisi air sangat bersih, segar, dan berwarna kebiruan.
Wisatawan dapat berenang di beberapa kolam yang ada di Air Terjun Tanggedu. Tentunya, mengabadikan momen dengan berfoto tidak boleh terlewatkan.
Tempat ini berjarak 48 kilometer dari Waingapu, ibu kota Sumba Timur. Perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke sana.

Sesampainya di tujuan, terdapat dua air terjun dari aliran sungai yang berbeda. Air mengalir dari ketinggian sekitar 8 meter. Wisata Air Terjun Tanggedu menyediakan beberapa latar foto alami yang menarik. Setiap latar memberikan sensasi yang khas. Pengunjung dapat berpose dengan latar air terjun.
Kondisi jalan dari Waingapu sudah bagus dari kota Waingapu, jadi perjalanan terasa lebih nyaman. Meski begitu, pengunjung tetap perlu hati-hati karena beberapa jalan masih belum terlalu mulus, apalagi saat hujan.
Setelah sampai di area parkir, biasanya pengunjung masih harus jalan kaki menyusuri jalur kecil menuju lokasi air terjun. Sesampainya di lokasi, rasa capek langsung terbayar. Airnya terlihat jernih dengan warna kebiruan, mengalir pelan di sela-sela batu.
Di beberapa bagian, terbentuk kolam alami yang bisa dipakai main air atau sekadar merendam kaki. Suasananya tenang, cocok buat melepas penat dari rutinitas.
Tempat ini sering jadi spot foto karena pemandangannya cantik dan terlihat alami. Tebing batu yang menjulang dan aliran air yang bersih bikin hasil foto terlihat estetik meski pakai kamera HP. Banyak juga yang datang hanya untuk duduk santai, dengar suara air, dan menikmati suasana sekitar.
Kalau mau ke sini, sebaiknya datang saat cuaca cerah. Saat hujan, jalur bisa licin dan air bisa lebih deras. Jangan lupa pakai alas kaki yang nyaman, bawa air minum, dan jaga kebersihan. Tempat ini masih alami, jadi penting buat pengunjung ikut menjaga supaya tetap bersih dan enak dilihat.
Air Terjun Tanggedu jadi salah satu tempat alam di Sumba Timur yang memberi pengalaman sederhana tapi berkesan. Tenang, indah, dan cocok buat yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Yohana Djola Djoru













