WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Hujan deras berkepanjangan selama dua hari terkahir ini, telah memicu terjadinya bencana banjir. Genangan air banjir, berdampak memutuskan akses hubungan darat jalan antardusun. Ini terjadi di Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah,
Warga menyebutkan, hujan deras terjadi sejak Kamis malam (26/2/26) sampai Jumat hari ini (27/2/26). Dampaknya, air meluap ke mana-mana, dan menyebabkan terjadi genangan yang menenggelamkan badan jalan. Kejadian banjir di Kecamatan Pracimantoro ini, disebutkan sebagai kejadian yang aneh, mengingat wilayah tersebut tidak memiliki alur sungai.
Luapan air hujan menggenangi sejumlah lokasi dengan ketinggian sekitar 70 sampai 80 CM. Bahkan pada bagian dataran rendah, kedalaman genangan dilaporkan ada yang mencapai 1 Meter lebih. Banjir, menggenangi lahan pertanian, perkampungan dan badan jalan. Genangan air banjir tak segera surut, diduga karena ada mulut luweng (lubang perut bumi) yang tersumbat.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Jumat (27/2/26), menyatakan, menyikapi kondisi banjir tersebut, jajaran Polsek Pracimantoro Pimpinan Kapolsek AKP Bunal Eko Trilaksono bersama unsur terkait, telah bergerak cepat melakukan penanganan dan tindakan mitigasi bencana di lokasi.
Tindakan mitigasi bencana dilakukan di Dusun Tileng RT 02/RW 15 Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Berlangsung sejak Pukul 12.50 hingga Pukul 15.30. Di lokasi ini, luapan air setinggi sekitar 70–80 CM menggenangi pekarangan warga. Juga memutus akses jalan Dusun Bakalan menuju Dusun Tileng. Penyebab utama banjir, karena hujan deras berkepanjangan, serta saluran pembuangan air berupa lubang mulut luweng diduga tersumbat serasah sampah bercampur endapan (sedimentasi) lumpur.
Kapolsek Pracimantoro AKP Bunal Eko Trilaksono memimpin langsung penanganan banjir bersama personel Polsek Pracimantoro. Tindakan ini juga melibatkan aparat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, prajurit TNI AD dari Koramil-13 Pracimantoro, para relawan siaga bencana dari Komunitas Prabu dan dari Komunitas Destana, Perangkat Desa serta masyarakat.
Penyedotan
Aparat BPBD yang datang membawa generator set (genset), segera dihidupkan untuk melakukan penyedotan genangan air banjir. Bersama itu, para aparat TNI-Polri dan warga masyarakat, bergotong royong membuat saluran untuk mengalirkan air banjir, dengan harapan genangan banjir segera surut.
Dalam bencana banjir ini, dilaporkan tidak ada korban nyawa. Baik nyawa manusia maupun ternak piaraan warga. Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif, meski hujan masih turun saat proses penyedotan air genangan banjir berlangsung.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo sebagaimana dikedepankan Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menegaskan, Polri hadir untuk memastikan keselamatan warga. Polri bergerak cepat bersama aparat dari BPBD, TNI, para relawan, perangkat desa dan masyarakat, guna mengatasi banjir.
Secara gotong royong, mereka bersama-sama mengupayakan genangan air banjir secepatnya teratasi dan akses jalan yang tergenangi banjir secepatnya terpulihkan. Harapannya, agar hubungan darat segera kembali lancar. ”Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam kebersamaan penanganan bencana,” ujar AKP Anom Prabowo.
Kepada masyarakat, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di musim penghujan sekarang ini. Utamanya terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang ditimbulkan, seperti bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung.
Bila terjadi bencana, segera dapat dilaporkan. Polres Wonogiri memastikan, senantaisa siap siaga untuk memberikan bantuan penanganan darurat, demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.(Bambang Pur)













