GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Sekda Grobogan Anang Armunanto menegaskan pentingnya penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja Setda Tahun 2027 melalui forum lintas perangkat daerah yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah.
Sekda Grobogan Anang Armunanto memimpin pembahasan Rancangan Awal Rencana Kerja tersebut sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap program berjalan selaras dengan arah kebijakan daerah dan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Grobogan tidak hanya menyusun program di atas kertas, tetapi juga menuntut ketelitian dalam menyelaraskan kebijakan, kemampuan anggaran, serta aspirasi warga. Konsistensi perencanaan menjadi kunci agar program tidak melenceng dari tujuan.
Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan menggelar Forum Lintas Perangkat Daerah untuk menyempurnakan Ranwal Renja Setda Tahun 2027 pada Jumat (20/2/2026) di Ruang Rapat Lantai 1 Setda.
Forum ini menjadi tahapan penting untuk menyelaraskan program dan kegiatan prioritas dengan hasil Musrenbang kecamatan sekaligus arah kebijakan pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
BACA JUGA : Harga Minyakita di Kudus Melejit di Atas HET, Pedagang Ungkap Penyebabnya
Panitia menghadirkan Asisten Administrasi Umum Sekda, BPS Kabupaten Grobogan, perangkat daerah terkait, para kepala bagian di lingkungan Setda, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Bapperida turut hadir sebagai narasumber dan memaparkan sejumlah catatan teknis dalam penyusunan dokumen perencanaan.
Peserta memfokuskan pembahasan pada peran Sekretariat Daerah dalam mendukung Misi ke-5 Pemerintah Kabupaten Grobogan, yakni penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi berkelanjutan.
Anang Armunanto menilai forum ini menjadi momentum krusial untuk mematangkan rancangan awal agar lebih terukur dan realistis dalam pelaksanaannya.
Ia mendorong peserta mencermati secara saksama usulan dari Musrenbang kecamatan, terutama yang berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah.
Menurutnya, penyempurnaan dokumen harus tetap berada dalam koridor kebijakan yang telah ditetapkan, baik dalam rencana lima tahunan maupun tahunan, sehingga kesinambungan program tetap terjaga.
Peserta forum menyimak arahan sekda dengan seksama, terutama terkait pentingnya menjaga agar program tidak berjalan secara parsial.
Anang Armunanto juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban administrasi, khususnya dalam proses hibah Tahun 2027.
BACA JUGA : Didominasi Hujan Kategori Menengah dan Waspada Petir
“Semua melalui sistem. Tidak ada toleransi terhadap pengajuan yang melewati batas waktu,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Ia meminta seluruh perangkat daerah mematuhi mekanisme yang berlaku agar proses perencanaan dan penganggaran berjalan sesuai aturan.
Sekda juga mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Mudah-mudahan kualitas perencanaan kita ke depan semakin baik. Dengan keterbatasan anggaran dan besarnya tanggung jawab yang diemban, kita harus mampu merencanakan secara tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Melalui forum ini, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap program tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Sekda Grobogan Anang Armunanto berharap Rancangan Awal Rencana Kerja yang telah diselaraskan mampu memperkuat efektivitas pelaksanaan program dan menjaga pelayanan publik tetap tertib, terarah, serta akuntabel.
Dengan komitmen tersebut, Sekda Grobogan Anang Armunanto menegaskan Rancangan Awal Rencana Kerja Setda 2027 harus menjadi fondasi perencanaan yang disiplin, terukur, dan konsisten demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.













