blank
Operasi water rescue dinyatakan ditutup, setelah Tim SAR Gabungan, semalam, berhasil mengevakuasi para korban banjir di Perumahan Emerald Regency.(Dok.BPBD Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Curah hujan Dasarian-III Bulan Februari 2026 (21-28 Februari 2026), wilayah Kabupaten Wonogiri didominasi peluang hujan kategori menengah (51–150 mm), dengan tingkat probabilitas lebih dari 90%. Peluang hujan kategori tinggi (151–300 mm) relatif rendah dan bersifat lokal, serta waspada kemunculan petir.

Prediksi curah hujan ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama. ”Tidak terdapat indikasi hujan sangat tinggi (>300 mm),” jelasnya

Hal itu didasarkan atas informasi resmi yang disampaikan pihak Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG). Yakni terkait dengan peta prediksi probabilitas curah hujan Dasarian III Februari 2026, peta prediksi deterministik curah hujan, monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut, dan analis curah hujan Dasarian-II Februari 2026.

Prediksi deterministik curah hujan Dasarian-III Februari 2026, menyebutkan, sebagian besar 101–150 mm (menengah), sebagian kecil wilayah timur 76 – 100 mm (menengah). Dasarian-I Maret 2026, sebagian besar 101–150 mm (menengah), kecuali wilayah tengah 76 – 100 mm. Dasarian-II Maret 2026 berkisar 51–100 mm (menengah), Dasarian-III Maret 2026 sekitar 21–75 mm (menengah cenderung menurun).

Terdapat kecenderungan penurunan intensitas hujan secara bertahap pada akhir Maret 2026. Monitoring HTH berturut-turut
sebagian besar wilayah Wonogiri, dalam kategori masih terjadi hujan (no drought), 1-5 hari tanpa hujan (sangat pendek). Tidak terdapat indikasi kekeringan meteorologis.

Tinggi

Analisis curah hujan aktual sebagai berikut, curah hujan Dasarian-II Februari 2026 berada pada kisaran 51–150 mm (kategori menengah). Dengan distribusi relatif merata, kecuali sebagian kecil wilayah utara 151-300 mm (kategori tinggi). Dengan kondisi curah hujan kategori menengah dan tanah yang relatif jenuh air, potensi yang perlu diwaspadai antara lain akan terjadi genangan dan banjir lokal. Juga bencana tanah longsor dan tanah labil di wilayah perbukitan dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Namun demikian, secara umum kondisi hidrometeorologi di Kabupaten Wonogiri masih dalam kategori normal. Yakni kondisi basah, dan belum menunjukkan indikasi kekeringan.

Berkaitan dengan kondisi cuaca tersebut, BPBD Kabupaten Wonogiri memberikan rekomendasi agar masyarakat tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang-lebat, disertai angin kencang dan petir. Pemerintah desa dan relawan siaga darurat bencana, meningkatkan monitoring wilayah rawan banjir, longsor dan angin kencang.

Selanjutnya, apabila terjadi keadaan darurat, lakukan penanganan secara cepat dan tepat. Yakni dengan tetap mengutamakan keselamatan jiwa, serta menghindari tindakan yang berisiko tinggi. Segera lakukan koordinasi dan pelaporan kepada BPBD Kabupaten Wonogiri serta pihak terkait (TNI, Polri, Pemerintah Desa/Kecamatan, dan instansi teknis lainnya). ”Tujuannya untuk percepatan penanganan,” tandas Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama.

Sementara itu Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Wonogiri, Iwan Susilo, mohon kepada Pemda menyampaikan imbauan agar masyarakat membersihkan drainase untuk mencegah banjir. Memangkas pohon yang berpotensi tumbang, dan koordinasi dengan instansi terkait guna percepatan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.(Bambang Pur)