Dampak dari longsornya talud dengan ketinggian 4 M yang sekaligus difungsikan sebagai pondasi pagar batas pekarangan tersebut, telah merusak rumah warga. Material longsorannya menimpa bangunan kamar mandi.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, Kapolsek Wonogiri Kota Iptu Pradana Dwi Atmaja telah memimpin penanganan di lokasi. Begitu hujuan reda, para personel Polsek Wonogiri Kota bersama anggota dan masyarakat, melakukan kerja bakti gotong royong menyingkirkan material longsoran.
Tindakan darurat tersebut, dilakukan bersama aparat siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Prioritas kerja bakti, difokuskan pada upaya membersihkan material longsoran yang merusak kamar mandi. Harapannya, setelah bersih dari material longsoran, akan mempermudah pemilik untuk melakukan perbaikan.
Waspada
Warga menuturkan, hujan mendadak turun dengan lebat. Menyebabkan air meluap ke mana-mana, dan mengikis bagian lereng tebing sebelah rumah. Dampaknya, memicu bangunan talud penguat tebing lereng ambrol dan menyebabkan bencana longsor.
Ambrolnya bangunan talud dan longsornya lereng tebing, menimbulkan suara yang mengagetkan warga. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam bencana tanah longsor ini.
Dengan kejadian tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya ketika turun hujan deras. Utamanya bagi warga yang bermukim di wilayah rawan longsor dan yang berada di lereng tebing.
Polres Wonogiri bersama instansi terkait, terus melakukan pemantauan serta memberikan edukasi kepada masyarakat, demi meminimalisir resiko bencana jenis hidrometeorologi, terkait dengan hujan-hujan yang terjadi saat ini. Seperti bencana tanah longsor, tanah bergerak atau pohon tumbang akibat bencana hujan angin.(Bambang Pur)













