blank
Jenazah korban ditemukan di sekitar rel kereta api usai tertemper KA Anjasmoro. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang nenek dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper KA Anjasmoro di perlintasan rel wilayah Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Sabtu (14/2/2026) sore.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa nenek berusia 75 tahun itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di jalur rel KM 35+6&7 lintas Sedadi–Karangjati, tepatnya di wilayah Desa Bologarang.

Korban diketahui bernama Sayem, warga Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Nenek tersebut sehari-hari kerap ditemukan berjalan sambil membawa karung dan mengenakan kain jarik.

BACA JUGA : Tim Basket Putra USM 5 Kali Beruntun Juara Soegijapranata Basketball League

Sebelum kejadian, korban pulang dari Pasar Pahing Sedadi menuju rumahnya dengan berjalan kaki. Saat melintasi perlintasan rel kereta api, korban tidak menyadari datangnya kereta dari arah Surabaya menuju Jakarta.

Pada waktu bersamaan, KA Anjasmoro relasi Pasar Turi Surabaya–Gambir dengan nomor perjalanan KA 29F melintas di jalur tersebut dengan kecepatan tinggi.

Masinis KA Anjasmoro, Hendra Edy Wibowo, bersama asisten masinis Dito Putra Syakran telah membunyikan semboyan peringatan berulang kali saat mendekati perlintasan.

Namun, korban diduga tidak mendengar peringatan tersebut. Akibatnya, nenek tersebut tertemper kereta api dan mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah insiden terjadi, masinis segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sedadi, Sunarto, untuk dilakukan penanganan awal sesuai prosedur keselamatan.

Informasi kemudian diteruskan kepada petugas perawatan jalur rel, Tri Utomo, yang bertugas untuk mengecek keamanan kondisi jalur lintas rel.

Petugas selanjutnya menghubungi Kepala Desa Bologarang, Djuwari, yang bertindak sebagai pelapor resmi dan meneruskan laporan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Penawangan, AKP Sutarjo mengungkapkan, usai mendapatkan laporan, petugas bersama Tim Inafis Polres Grobogan dan Tim Medis Puskesmas Penawangan II langsung menuju ke lokasi kejadian.

Petugas kepolisian melakukan olah TKP guna memastikan kronologi kejadian serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, kami memastikan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni,” kata Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo.

Hasil olah TKP menunjukkan jenazah korban ditemukan di sisi selatan jalur rel kereta api, masih berada di wilayah Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan.

BACA JUGA : Wong-Wong Mara-Sadu

Tim Inafis Polres Grobogan bersama petugas medis dari Puskesmas Penawangan II melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain selain luka akibat benturan keras dengan kereta api.

“Dari hasil olah TKP juga ditemukan adanya karung berisi uang Rp 25.575.000. Menurut keterangan warga, korban kerap diberi uang ketika menggelandang dari satu tempat ke tempat dan dikumpulkan ke dalam karung,” jelas AKP Sutarjo.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah nenek tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Bologarang.

Kapolsek Penawangan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di sekitar rel kereta api.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur rel kereta api untuk mencegah terjadinya insiden kecelakaan serupa,” imbau AKP Sutarjo.

TYA WIDYA