blank
Dalam melakukan rampchek, petugas gabungan juga memeriksa kelengkapan dokumen surat-surat kendaraan dan kepemilikan SIM pengemudinya.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para personel Satlantas Polres Wonogiri Pimpinan Kasatlantas AKP Julius Marlon Gawe bersama aparat terkait, menggelar rampchek (Ramcek) di Terminal Ngadirojo. Dalam kegiatan ini, dilakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan yang lewat beserta kondisi kesehatan para sopirnya.

Ramp Check adalah inspeksi untuk melakukan pemeriksaan teknis dan administratif secara mendalam. Ini dilakukan terhadap kendaraan umum. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), dengan cara menghentikan kendaraan yang tengah melakukan operasional di jalan.

Tujuannya adalah memastikan kendaraan laik jalan, aman dan nyaman untuk pelayanan penumpang, memenuhi aspek safety atau keselamatan. Berkait ini, petugas melakukan pemeriksaan teknis pisik kendaraan, seperti pengecekan sistem rem, lampu-lampu, ban (ketipisan lapisannya), kaca depan, kemudi, klakson, pintu darurat, dan ada tidaknya kelengkapan palu pemecah kaca.

Juga melakukan pemeriksaan administrasi dokumen surat-surat kelengkapannya, seperti STNK, Kartu Pengawasan/Izin Trayek dan bukti lulus uji berkala (kuer). Kepada pengemudi diperiksan kondisi kesehatannya dan

kelengkapan pemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM)
.

ndaraan yang tidak lolos ramcek, akan diberhentikan atau dilarang beroperasi sampai temuan teknis diperbaiki.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, bersamaan itu petugas memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya mengedepankan aspek keselamatan dalam berkendaraan. Ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Yang pelaksanaannya, melibatkan sejumlah stakeholder demi menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menghindarkan fatalitas korban.

Kegiatan ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Samsar, dan BPKD (Badan Pengelolaan Keluangan Daerag) Wonogiri. Juga melibatkan personel Satlantas, Propam dan Dokkes Polres Wonogiri.

Kelayakan

Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe, menjelaskan, rampcheck dilakukan untuk memastikan kelayakan teknis kendaraan angkutan umum maupun barang, yang beroperasi di jalan raya. “Pemeriksaan meliputi kondisi rem, lampu, ban, kelengkapan surat-surat, serta kesiapan pengemudi. Ini menjadi langkah preventif, agar kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan inspeksi terhadap 30 kendaraan yang terdiri dari bus besar, bus tanggung (minibus), pickap, truk dan mobil box. Bersamaan itu, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dilakukan kepada 35 sopir dan kernet, untuk memastikan kondisi pisik mereka prima saat bertugas mengoperasionalkan kendaraannya.

Berkaitan itu, tim gabungan juga mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Yakni memberikan pemahaman tentang pentingnya kepatuhan berlalu lintas. Sebanyak 200 lembar brosur untuk kampanye keselamatan berlalu lintas, dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat di terminal dan sekitarnya.

Hasil kegiatan, juga menerima pembayaran pajak kendaraan terhadap 9 objek, dengan total Rp 2.706.000. Ini sebagai bentuk peningkatan kesadaran administrasi kendaraan bermotor. Upaya ini merupakan bagian dari strategi preemtif dan preventif, guna menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

“Keselamatan adalah prioritas. Kepatuhan terhadap aturan dan rambu lalu lintas menjadi kunci untuk menurunkan angka kecelakaan, khususnya yang berakibat fatal,” tegas Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe.

Ditegaskan, Operasi Keselamatan Candi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga edukasi dan sosialisasi dalam upaya membentuk budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Yang itu dilakukan melalui kegiatan dengan mengedepankan langkah humanis. Sebagai upaya meningkatkan disiplin masyarakat pengguna jalan, serta menekan angka laka lantas dan fatalitas korban. Sebagai kiat dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkeselamatan.(Bambang Pur)