blank
Ketua Baznas Jateng KH Achmad Darodji saat meninjau ZMart di Garung Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah KH Achmad Darodji meluncurkan program ZMart atau ZakatMart di Kelurahan Garung Kecamatan Wonosobo, Kamis (12/2/2026).

Peresmian ZMart merupakan upaya penguatan ekonomi mustahik berbasis warung kelontong. Saat ini ada pendirian 40 ZMart yang ada di Wonosobo. 30 merupakan suport dari Baznas Pusat dan 10 bantuan dari Baznas Wonosobo.

ZMart yang sudah beroperasi di Wonosobo ada di tiga tempat. Yakni di Garung, Longkrang dan Ketinggring Kalianget. Namun ditargetkan 37 unit ZMart lainnya sudah beroperasi sebelum Idul Fitri guna memanfaatkan momentum peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketua Baznas Wonosobo, Priyo Purwanto, mengaku sangat bersyukur daerahnya dipercaya untuk menjalankan program ZMart sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga penerima zakat. Pendampingan untuk penerima program ini akan terus dilakukan selama satu tahun.

“Kami berharap 37 ZMart lain yang tersebar di 12 Kecamatan dan 32 Desa bisa segera beraktifitas menyambut Idul Fitri, sehingga perputaran ekonomi di tingkat bawah bisa terus meningkat,” ujarnya.

Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Achmad Darodji, menegaskan bahwa ZMart merupakan program nasional Baznas RI yang telah berjalan sejak 2018 sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif.

“Sampai saat ini telah berdiri 4.755 warung ZMart di 99 Kabupaten/Kota yang tersebar di 34 Provinsi, dengan total penerima manfaat sebanyak 3.383 mustahik. Program ini sangat bagus untuk pemberdayaan ekonomi umat,” tegasnya.

KH Achmad Darodji menekankan bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat tidak hanya disalurkan secara konsumtif, tetapi juga dikembangkan melalui program produktif seperti ZMart untuk mendorong kemandirian dan peningkatan taraf hidup mustahik.

Lakukan Pendampingan

blank
Ketua Baznas Jateng KH Achmad Darodji memotong pita menandai dimulainya program ZMart Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Pihaknya juga mengingatkan agar para penerima bantuan memanfaatkan program ini dengan sungguh-sungguh serta bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Karena tidak semua orang dapat menerima program ini dari Baznas.

Di sisi lain, lanjutnya, Baznas Wonosobo diminta aktif melakukan monitoring dan evaluasi agar usaha benar-benar berkembang. Jika ada kendala di lapangan bisa segera diketahui dan dicarikan solusinya.

“Baznas Wonosobo harus rutin memantau perkembangan usaha. Bantuan program ZMart ini harus betul-betul berdampak pada kesejahteraan penerima. Fungsi program ZMart untuk pemberdayaan mustahik,” tegasnya.

Komisioner Baznas Wonosobo Samsul Ma’arif menambahkan setiap pemilik ZMart memperoleh bantuan sebesar Rp 8 juta. Rinciannya Rp 4 juta untuk branding dan penataan warung serta Rp 4 juta sebagai tambahan modal usaha atau pembelian barang dagangan.

“Baznas Wonosobo akan melakukan pendampingan selama satu tahun, baik dalam aspek manajemen maupun operasional toko. Hal itu agar usaha ekonomi berjalan stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, menurut Samsul, jumlah penerima program ZMart diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya penghimpunan zakat dan kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu penerima bantuan, Suryadi, mengaku bersyukur atas dukungan bantuan program ZMart dari Baznas Pusat dan Baznas Wonosobo. Bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk perbaikan ekonomi keluarganya.

“Saya berharap bantuan tersebut dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selama ini saya membuka warung kelontong yang menjual kebutuhan pokok rumah tangga,” akunya.

Muharno Zarka