KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan penghargaan kepada puluhan tenaga kesehatan dan fasilitas layanan medis yang dinilai sigap dalam menangani bencana alam di Kabupaten Kudus pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Apresiasi tersebut diserahkan langsung dalam apel di halaman Puskesmas Rendeng, Kamis (12/2/2026).
Penghargaan diberikan kepada rumah sakit pemerintah dan swasta, sopir ambulans, dokter, bidan, serta tenaga paramedis yang terlibat aktif dalam penanganan korban bencana, termasuk saat terjadi peristiwa keracunan MBG yang sempat menyita perhatian publik.
Dalam sambutannya, Bupati Sam’ani menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh tenaga kesehatan di Kudus. Ia menilai kecepatan dan ketepatan respons di lapangan menjadi kunci dalam menekan dampak yang dirasakan masyarakat.
“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi seluruh tenaga kesehatan. Respons cepat yang panjenengan lakukan merupakan bentuk pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya saat kondisi darurat,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, situasi bencana merupakan ujian sekaligus momentum untuk memperkuat sistem dan kapasitas pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa darurat harus menjadi bahan evaluasi agar penanganan ke depan semakin baik.
“Bencana adalah ujian bagi kita semua. Setelah melewati ujian, kita harus naik kelas. Artinya, koordinasi, kesiapsiagaan, dan kapasitas layanan harus meningkat dari sebelumnya,” tegasnya.
Pemkab Kudus, lanjut Sam’ani, berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem respons kedaruratan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana maupun kejadian luar biasa dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Kami akan terus memperkuat sistem layanan kesehatan agar setiap kondisi darurat bisa ditangani dengan sigap demi keselamatan warga,” imbuhnya.
Melalui pemberian penghargaan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap semangat kolaborasi antara tenaga kesehatan, rumah sakit, dan pemangku kepentingan tetap terjaga. Dengan sinergi yang solid, pelayanan kesehatan di Kudus diharapkan semakin optimal, terutama saat menghadapi situasi darurat dan bencana.
Ali Bustomi













