WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemilu Tahun 2029 mendatang, diprediksi akan didominasi sekitar 60 sampai 70 persen pemilih muda. Menyikapi prediksi tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri sejak Tahun 2025 menggencarkan pendidikan demokrasi ke para pelajar di jenjang SLTP dan SLTA. Karena, mereka akan menjadi pemilih potensial dalam pesta demokrasi mendatang.
Demikian dikedepankan Anggota KPU Kabupaten Wonogiri, Irawan Ary Wibowo, saat memberikan pendapat di forum konsultasi publik yang digelar Rabu (11/2/26), di aula Kantor KPU Wonogiri. Dalam ruang dialog bersama stakeholder ini, KPU Kabupaten Wonogiri berupaya meminta masukan, saran dan pendapat, untuk bekal meningkatkan kinerja pemberian pelayanan pada pesta demokrasi mendatang.
Kegiatan ini dibuka resmi Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha, didampingi empat anggota masing-masing Irawan Ary Wibowo, Toto Sih Setyo Adi, Dwi Praestyo dan Doni Hafidhian. Mereka didampingi Plt Sekretaris KPU Wonogiri Nur Sahid, yang tampil menjadi mediator. Disebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU Wonogiri, dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang transparan dan akuntabel.
Ikut hadir dalam acara tersebut, Bawaslu Kabupaten Wonogiri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Badan Kesbangpol dan dari Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Wonogiri. Juga hadir unsur akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik (Parpol), perwakilan Pamong Desa, insan dari media cetak dan elektronik. Pimpinan Paprol yang hadir terdiri atas PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, Nasdem, PAN, PKS dan Partai Golkar. Yakni Parpol yang memiliki kursi di DPRD Wonogiri.
Aara ini diawali dengan penyampaian paparan oleh Ketua KPU Wonogiri Satya Graha. Disebutkan, dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh mahasiswa, diperoleh angka Indek Kepuasan Masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu di Wonogiri mencapai 98 persen. Di sisi lain, dilaporkan bahwa angka invalid vote di Wonogiri relatif tinggi, yakni mencapai 4,34 persen. Pemicunya, bukan dari pemilih yang tak paham tentang tata cara pencoblosan, tapi ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan merusak surat suara, yang itu datangnya justru dari para pemilih muda.
Rekomendasi
Tokoh masyarakat yang hadir dan forum tersebut, adalah para mantan komisioner KPU Kabupaten Wonogiri yang memiliki pengalaman dalam pelayanan ke-Pemilu-an. Kegiatan ini berlangsung interaktif, semua personel menyampaikan pendapat, saran dan masukannya sesuai kompetensi di bidangnya masing-masing.
Menanggapi berbagai masukan dan saran dari para peserta forum konsultasi publik tersebut, KPU Kabupaten Wonogiri mencatat ada 13 identifikasi permasalahan dan 13 rekomendasi strategis. Hasil rumusan forum tersebut, kemudian dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani bersama. Yang kemudian dibacakan di forum oleh Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Satya Graha.
Disebutkan, dari 13 rekomendasi tersebut, upaya meningkatkan literasi dan pendidikan politik perlu ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan, sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi angka invalid vote dan meningkatkan partisipasi pemilih secara maksimal. Terkait pendidikan politik, hendaknya jangan dibebankan sepenuhnya kepada KPU. Tapi Parpol sebagai peserta pesta demokrasi bersama semua stakeholder dan masyarakat, diimbau untuk ikut berperan aktif.
Ke-13 rekomendasi tersebut, akan dijadikan bahan evaluasi kinerja pelayanan demokrasi, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan penyelanggaraan Pemilu di kabupaten Wonogiri. Juga menjadi bekal untuk memperkuat kebijakan kelembagaan secara berkelanjutan. Melalui partisipasi aktif seluruh pihak, KPU Kabupaten Wonogiri berharap kualitas layanan publik semakin meningkat, serta kepercayaan masyarakat terhadap KPU terus terjaga.(Bambang Pur)
Pemilu Tahun 2029 akan Didominasi Sekitar 60 Sampai 70 Persen Pemilih Muda














