blank
Para instruktur bersama para peserta Pelatihan Kelas Pelajar Mengukir, Rabu 11 Februari 2026. Foto: Susanti

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sejumlah  kepala sekolah memuji pelaksanaan Kelas Pelajar Mengukir yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Seni Ukir Jepara. Pelaksanaan kegiatan ini diselenggarakan di Jepara Wood Carving Gallery di Pantai Kartini Jepara  yang  diresmikan oleh Bupati Witiarso Utomo pada tanggal 6 November 2025.

Menurut Kepala SD Negeri 2 Tulakan, Eva Istiyani, M.Pd.  sebagai kepala sekolah sekaligus warga Jepara, ia tentu  sangat mendukung program pelatihan mengukir bagi pelajar ini. “Pelatihan bagi  anak SD ini merupakan  ikhtiar untuk menjaga kelestarian seni ukir Jepara yang telah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Apalagi kini seni ukir juga sedang diajukan menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia,” ujar Eva

blank
Kepala SD Negeri 2 Tulakan, Eva Istiyani, M.Pd.. Foto: Dok Pribadi

Selanjutnya ia mengungkapkan, jika ingin lestari,  seni ukir di Jepara ini wajib diajarkan kepada anak – anak atau siswa karena mereka nantinya   yang akan meneruskan dan mengembangkan keterampilan ini. “Dengan demikian diharapkan seni ukir Jepara akan terus ada dan berkembang di Jepara,” paparnya

Eva juga mengusulkan, jika dimungkinkan, Yayasan Peluk Jepara bekerjasama dengan  Dinas Disdikpora dapat mengadakan pelatihan di kecamatan-kecamatan di Jepara. “Jika kegiatan di Jepara tentu jumlah murid yang ikut sedikit, karena banyak yang harus dipertimbangkan,” ujarnya.  Harapan kami ada pelatihan ukir di Kecamatan Donorojo.

blank
Kepala SDN 2 Kembang bersama siswa dan guru pembimbing, Foto: Hadepe

Sementara Kepala SDN 4 Kaliaman memberikan apresiasi terhadap pelatihan mengukir bagi pelajar tingkat SD. “Usia SD efektif untuk menanamkan rasa cinta dan minat anak pada seni ukir yang merupakan budaya Jepara yang paling kuat,” ujar Itta Muyassyaroh,M.Pd.

Menurut Itta, karena tidak ada pelestarian alamiah di keluarga pengukir, banyak diantara murid sekarang tidak memahami  karya seni  ukiran Jepara. “Ajang ini sangat bermanfaat sebagai sarana belajar dan mengetahui bagaimana cara membuat ukiran Jepara yang terkenal di dunia. Bahkan kemudian Jepara dikenal sebagai kota ukir dan pusat ukir dunia ,” ujarnya

blank
Pengurus Yayasan Peluk Jepara dan para instruktur.Foto: Susanti

Dari dokumentasi yang dikirimkan oleh guru pendamping, menurut Itta  anak-anak sangat senang dan antusias mengikuti kelas Pelajar Mengukir.   “Mereka mendapatkan pengetahuan baru untuk pertama kalinya. Walaupun waktunya singkat, semoga dapat menumbuhkan  kecintaan dan minat anak-anak pada seni ukir,” pungkasnya.

Hadepe