JEPARA (SUARABARU.ID) – Yayasan Jungpara lewat Sekolah Rakyat Kentrung Jepara SRKJ tengah menggelar kegiatan “Workshop Kentrung Sekolah Rakyat Indonesia” yang diikuti oleh seluruh guru SD/MI dan SMP/MTS se-Kabupaten Jepara. Acara digelar bergantian setiap harinya di setiap kecamatan di Jepara sejak 7-18 Februari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan Kesenian Tradisional Kentrung sekaligus memperkuat peran guru dalam mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik. Mengangkat tag line “Ajari Gurunya, Lombakan Muridnya,” workshop tour ini diikuti oleh seluruh 16 kecamatan di Jepara bertempat di Aula Satkordik masing-masing.

Acara yang berlangsung dengan penuh antusias ini menghadirkan narasumber dan praktisi kentrung Sarjono sebagai Pelaku Seni sekaligus Ketua Yayasan Jungpara dan Kepala Sekolah SRKJ juga Arif Sunarwan cucu Maestro Senior Kentrung satu-satunya yang masih ada Mbah Parmo. Beserta para pelaku Seni Kentrung muda lainnya seperti Aminan Basyarie, Sholeh, Roychan, Fahmi Bajuri, dan Sugiyarto.
Para peserta mendapatkan materi mengenai sejarah Kesenian Kentrung, teknik dasar pertunjukan, penggunaan alat musik pengiring, hingga praktik langsung membuat Parikan dengan gaya khas Kentrung. Di ahir sesi, para guru secara bergantian diberikan kesempatan untuk mempraktekkan Seni Kentrung dengan parikan yang mereka buat di depan seluruh peserta workshop.

“Tujuan pelatihan ini adalah para guru di Jepara bisa lebih memahami kesenian khas daerahnya sendiri yaitu Seni Pertunjukan Kentrung sehingga lestari dan berkembang,” ujar Aminan Basyarie saat ditemui di Satkordikcam Tahunan saat mengisi materi.
Selaras dengan Sarjono selaku Kepala Sekolah SRKJ, menurutnya Kentrung adalah salah satu kekayaan budaya jepara yang bisa menjadi salah satu wahana pendidikan karakter berbasis local wisdom, dimana diharapkan dengan sentuhan kreativitas guru-guru dalam pelestarian budaya, Kentrung bisa sebagai media penyampai dalam aktivitas kegiatan belajar mengajar yang berkelanjutan.
“Dengan terselenggaranya workshop tour di seluruh penjuru, kami bersama menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan budaya daerah sekaligus memperkuat sinergi antara dunia Pendidikan, pelestarian dan pelaku seni tradisional di Kabupaten Jepara.” Pungkas Sarjono dalam sambutannya.
Septiana W.













